26 Jan 2015

PENELITIAN SOSIAL - SOSIOLOGI

Rancangan Penelitian Sosial

Penelitian : penyelidikan atau pencarian yang seksama untuk memperoleh fakta baru dalam cabang ilmu pengetahuan.

Jenis-jenis Penelitian

1. Berdasarkan hasil yang diperoleh:
- penelitian dasar
- penelitian terapan
   * penelitian evaluasi 
2. Berdasarkan bidang yang diteliti:
- penelitian sosial
- penelitian eksakta
3. Berdasarkan tempat penelitian:
- penelitian lapangan
- penelitian kepustakaan
- penelitian laboratorium
4. Berdasarkan teknik/metode yang digunakan:
    a. Penelitian survei: bertujuan untuk memperoleh informasi yang sama atau sejenisnya dari berbagai kelompok atau orang dengan cara mengirimkan angket atau wawancara secara pribadi.
    b. Penelitian eksperimen: penelitian yang memanipulasi (mengatur, merekayasa) atau mengontrol situasi alamiah buatan sesuai dengan tujuan penelitian.
        Contoh: Menguji dua metode kegiatan belajar mengajar yang berbeda 
    cPenelitian historis
    dPenelitian inquiri alamiah: bertujuan untuk memperoleh informasi secara langsung dari tingkah laku orang yang diamati atau diwawancarai.
5. Berdasarkan keilmiahannya:
- penelitian ilmiah
- penelitian non-ilmiah
6. Berdasarkan spesialisasi ilmu garapannya:
- penelitian bisnis
- penelitian komunikasi
- penelitian hukum
- penelitian pertanian
- penelitian ekonomi

7. Berdasarkan tujuan penelitiannya:
    a. Penelitian eksploratif : menggali secara luas tentang sebab-sebab atau hal-hal yang mempengaruhi terjadinya sesuatu.
    b. Penelitian development : mengembangkan dan meningkatkan mutu dengan percobaan dan penyempurnaan.
    c. Penelitian verifikatif : mengecek kebenaran hasil penelitian lain.
    d. Penelitian korelatif : menemukan ada tidaknya hubungan antara dua variabel atau lebih.
    e. Penelitian komparatif : membandingkanpersamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang diteliti.

8. Berdasarkan kedalaman penelitiannya:
    a. Penelitian eksploratif : bermaksud mengumpulkan lebih banyak informasi tentang suatu permasalahan tertentu, yang sangat sedikit sekali terdapat informasi mengenai permasalahan tersebut.
   b. Penelitian deskriptif : memberikan gambaran suatu gejala sosial tertentu dan sudah ada informasi mengenai gejala sosial tersebut namun belum memadai.
Contoh:
Anton melakukan penelitian tentang ciri-ciri kehidupan sosial masyarakat suku Toraja di Sulawesi Selatan. Dalam penelitiannya ia menjelaskan tentang ciri-ciri sosial dan budaya masyarakat tersebut.
   c. Penelitian eksplanatif : yang menjelaskan hubungan antara suatu gejala sosial dengan gejala sosial lain.

Penelitian tindakan adalah penelitian yang berorientasi pada penerapan tindakan dengan tujuan peningkatan mutu atau pemecahan masalah pada suatu kelompok subyek yang diteliti dan mengamati tingkat keberhasilan atau akibat tindakannya, untuk kemudian diberikan tindakan lanjutan yang bersifat penyempurnaan tindakan atau penyesuaian dengan kondisi dan situasi sehingga diperoleh hasil yang lebih baik.

Proses / Tahapan Penelitian

1. Merumuskan masalah penelitian.
2. Merumuskan rancangan penelitian.
3. Memilih metode penelitian.
4. Mengumpulkan dan mengolah data hasil penelitian.
5. Membuat laporan penelitian.
6. Mempresentasikan hasil penelitian.

Menentukan Topik Penelitian

Pertimbangan dalam menentukan topik penelitian :
a. Topik dapat diteliti.
b. Topik yang diteliti memberikan manfaat.
c. Menarik dan penting untuk diteliti.
   Karena menarik minat, peneliti akan semangat menyelesaikan kegiatan penelitiannya sesuai jadwal.
d. Dapat diperoleh data yang relevan

Konsep dan Variabel Penelitian

Konsep adalah ide-ide, penggambaran hal-hal atau benda-benda atau pun gejala-gejala sosial, yang dinyatakan dalam istilah atau kata.
Konsep terbentuk dengan jalan abstraksi dan generalisasi.
Abstraksi adalah proses menarik intisari dari ide-ide, hal-hal, benda-benda, juga gejala sosial.
Generalisasi adalah menarik kesimpulan umum dari sebuah ide, hal, benda, dan gejala sosial yang khusus.

Macam konsep :
a. Konsep konkret : dapat diindera oleh pancaindera.
Contoh : meja, kursi, komputer, motor, sendok.
b. Konsep abstrak : tidak dapat diindera oleh panca indera.
Contoh : masyarakat, organisasi, asimilasi, kebahagiaan, pendidikan.

Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai.
Nilai suatu variabel dapat dinyatakan dengan angka atau kata-kata. Kebanyakan konsep ilmu sosial berada pada tingkatan yang abstrak. Untuk itu, konsep yang abstrak harus diubah menjadi konsep yang lebih konkret sehingga konsep itu dapat diamati dan diukur. Nah, konsep inilah yang dikenal sebagai variabel. Variabel dapat berupa peristiwa, tingkah laku, atau karakteristik dari individu, kelompok, dan masyarakat lainnya yang dapat diukur.
Contoh:
konsep: pendidikan
variabel: jenjang pendidikan.

Macam-macam Variabel
a. Variabel bebas/variabel pengaruh merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi penyebab bagi variabel lain.
b. Variabel terikat/variabel terpengaruh adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain.

Contoh :
Rumusan judul penelitian berbunyi :

"Dampak Disorganisasi Keluarga terhadap Kenakalan Remaja"
                        variabel bebas                               variabel terikat

Dalam judul tersebut :
variabel bebas : disorganisasi keluarga
variabel terikat : kenakalan remaja

Hubungan antar Variabel 

a. Hubungan positif: apabila terjadi perubahan nilai dalam sejumlah satuan tertentu pada satu variabel, akan diikuti oleh perubahan nilai dalam sejumlah satuan yang sama atau sebanding pada variabel lainnya ke arah yang sama.
Contoh pernyataan yang menunjukkan adanya hubungan positif:
"Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi jumlah penghasilannya"."Semakin rendah tingkat pendidikan seseorang, semakin rendah jumlah penghasilannya".
b. Hubungan negatif: apabila terjadi perubahan nilai dalam sejumlah satuan tertentu pada satu variabel akan diikuti oleh perubahan nilai dalam sejumlah satuan yang sama atau sebanding pada variabel lainnya ke arah yang berlawanan.
Contoh pernyataan yang menunjukkan adanya hubungan negatif:
"Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tidak percaya terhadap tahayul".

Rumusan Masalah Penelitian 

Cara membuat rumusan masalah 
Rumusan masalah penelitian dibuat sesuai dengan latar belakang dari masalah yang akan diteliti.

Contoh latar belakang:
Sebagian anak muda di kota besar cenderung menyukai makanan cepat saji dibandingkan dengan sayur-mayur dan buah-buahan. Pada usia tertentu tingkat kesehatan mereka lebih buruk dibandingkan dengan usia sama pada anak muda yang menyukai menu sayur dan buah.

Rumusan masalah:
Bagaimana pengaruh makanan cepat saji terhadap tingkat kesehatan masyarakat?

Menyusun HipotesisBentuk Rumusan Hipotesis
a. Hipotesis deskriptif.
Masalah : Berapa rata-rata penjualan buku cabang PT "X" di kota "J"
Hipotesis : Rata-rata penjualan buku cabang PT "X" di kota "J" adalah 100 buah per hari.

b. Hipotesis komparatif.
Masalah : Bagaimana daya tahan TV merek "P" apabila dibandingkan dengan daya tahan TV merek "Q"
Hipotesis : Daya tahan TV merek "P" lebih lama dibandingkan dengan daya taham TV merek "Q".

c. Hipotesis asosiatif
Masalah : Bagaimana bentuk hubungan antara inflasi dan harga saham PT "A".
Hipotesis : Ada hubungan negatif antara inflasi dan harga saham PT "A".

Metode Penelitian
Jenis metode penelitian:
a. Metode historis (sejarah).
b. Metode eksperimental.
c. Metode deskriptif.
d. Metode korelasional (hubungan antara variabel).

Model Penelitian
a. Penelitian kuantitatif : menggunakan statistik
    1) Penelitian eksplanantif
b. Penelitian kualitatif : tidak menggunakan statistik
    1) Penelitian deskriptif : menjelaskan gejala sosial dalam masyarakat   

Populasi dan Sampel

Populasi adalah himpunan semua hal yang ingin diketahui yang memiliki karakteristik tertentu.
Sampel adalah sebagian dari populasi.

Populasi Target dan Populasi Survei
Populasi target : populasi yang telah ditentukan.
Populasi survei : populasi yang terliput dalam penelitian.

(Pada saat penelitian, bisa jadi ada sebagian anggota populasi yang menolak untuk menjadi sumber informasi. Berarti jumlah anggota populasi berkurang. Anggota populasi lain, yang memberikan informasi, itulah yang dinamakan populasi survei).

Teknik/metode pengambilan sampel

1. Sampel acak (random sampling)  
 Semua objek penelitian dalam penelitian dalam populasi memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel.

a. Simple random sampling atau sampel acak sederhana

b. Stratified random sampling  atau sampel acak terstratifikasi (bertingkat)

Penentuan jumlah sampel tiap stratum bisa secara :
1) proporsional
Contoh :
Peneliti melakukan penelitian dengan sampel dari kelas X sebanyak 20 siswa, kelas XI sebanyak 20 siswa, dan kelas XII sebanyak 40 siswa karena siswa kelas XII dua kali lebih banyak. 

Catatan : kalau sampelnya dipilih secara tidak acakmaka dinamakan quota sampling.

2) tidak proporsional

cCluster sampling (klaster)

Contoh :

Metode pengambilan sampel dengan cara membagi populasi menjadi beberapa gugus berdasarkan luas lokasi dilakukan pada penduduk desa dengan membagi mereka ke dalam sejumlah gugus sesuai dengan jumlah dukuh, kemudian dipilih beberapa dukuh sebagai sampel penelitian.

d. Systematic sampling

e. Area sampling
Contoh :
Pemerintah kota Surabaya melakukan penelitian tentang tingkat pendidikan masyarakat. Pengambilan sampel dilakukan dengan mempertimbangkan penduduk yang tersebar dalam beberapa kecamatan.


2. Sampel tidak acak (nonrandom sampling)
a. Incidental sampling (kebetulan)
Contoh :
Rendy mengadakan penelitian tentang kehidupan sosial anak jalanan di kota Medan. Secara kebetulan ia menemukan beberapa anak jalanan dan langsung dijadikan responden.

b. Purposive sampling (bertujuan)
Contoh :
Peneliti ingin mengetahui sepak terjang perusahaan penyedia jasa tenaga kerja ilegal. Dalam mengumpulkan data, peneliti mendatangi pimpinan dan staf perusahaan sebagai pihak yang mengetahui proses pengiriman tenaga kerja tersebut.

c. Snowball sampling 
Contoh :
Untuk mengetahui jaringan pengedar narkoba, peneliti cukup mencari seorang pengedar narkoba. Dari seorang pengedar narkoba tersebut peneliti mendapat informasi siapa lagiyang menjadi pengedar narkoba. Demikian seterusnya.

d. Quota Sampling (kuota)

Silakan download materi Teknik Sampling untuk mengetahui lebih lanjut. 

Jenis-jenis Data

Jenis data berdasarkan cara memperolehnya:
a. Data primer: data yang diperoleh langsung dari lapangan.

Contoh :
Sekelompok siswa kelas XII IPS sebuah SMA melakukan pengamatan dan wawancaradengan para sopir angkutan umum kota guna memperoleh data mengenai tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungannya, lama bekerja dalam sehari, pendapatan kotor, jumlah uang yang harus disetorkan kepada perusahaan dan lain-lain.
b. Data sekunder: data yang diperoleh dari pihak lain. Misalnya data dari Badan Pusat Statistik (BPS). 

Jenis data berdasarkan sifatnya
1. Data kuantitatif : data yang berupa angka.
2. Data kualitatif   : data yang berupa deskripsi.

Pengumpulan Data

Metode/Teknik Pengumpulan Data
1. Teknik kuesioner/angket.
Bentuk angket:
a. Angket tertutup: disediakan pilihan jawaban.
b. Angket terbuka: tidak disediakan pilihan jawaban.
c. Angket setengah terbuka: disediakan pilihan jawaban tapi juga memberikan kemungkinan jawaban lain.

Kelemahan angket berstruktur dibandingkan dengan wawancara :
   jawaban angket terbatas dibandingkan dengan wawancara
Kelebihan angket tertutup:  
a. Mudah diisi.
b. Tidak diperlukan banyak waktu untuk mengisi angket.
c. Kemungkinan angket dikembalikan lebih besar.
d. Mudah diolah

Kelemahan penggunaan angket tertutup : pilihan jawaban yang diberikan seringkali tidak mencakup jawaban responden.

Kelemahan teknik pengumpulan data dengan angket : responden harus melek huruf


Kelebihan teknik pengumpulan data dengan angket :
   a. Mudah diisi sesuai keadaan responden
   b. Kemungkinan angket dikembalikan oleh responden cukup besar
   c. Peneliti tidak harus bertemu dengan responden
 
2. Teknik wawancara.
- Wawancara berstruktur : ada daftar pertanyaan yang rinci
- Wawancara tidak berstruktur : hanya ada pedoman wawancara secara global

Kelebihan pengumpulan data melalui interview / wawancara :
a. Dapat memperoleh data yang lebih mendalam.
b. Cocok bagi responden berpendidikan rendah.

3. Observasi.
- Observasi terlibat (observasi partisipasi) : pengamat ikut berinteraksi dengan masyarakat yang diamati.  
Contoh :
Seorang peneliti meneliti upacara adat di Minangkabau. Ia berada dan ikut dalam prosesi di acara tersebut sehingga data yang diperoleh lebih akurat.



- Observasi tidak terlibat (observasi non-partisipasi) : pengamat tidak berinteraksi dengan masyarakat yang diteliti.

Untuk membantu memudahkan observasi, diperlukan pedoman observasi.

Kelebihan pengumpulan data dengan alat perekam :  mampu merekan semua peristiwa pada saat itu.

Pengolahan dan Analisis Data

 Prosedur pengolahan data :
1. Pengolahan data
a. Editing : proses meneliti kembali data yang telah terkumpul untuk mengetahui apakah data tersebut cukup baik.
Hal-hal yang perlu diedit pada data :
1) Dapat dibaca atau tidaknya data yang masuk.
2) Kelengkapan pengisian.
3) Dipenuhi tidaknya instruksi sampling.
4) Keserasian.
5) Apakah isi jawaban dapat dipahami.

b. Coding : pemberian kode-kode pada tiap-tiap data yang termasuk dalam kategori yang sama.

2. Pengorganisasian data : membuat tabel (tabulasi), baik tabel frekuensi maupun tabel silang.
Peneliti mengolah data yang masih mentah dan belum sistematis dengan cara : membuattabel data.

3. Penemuan hasil : interpretasi data, analisis data, dan menarik kesimpulan

Statistik sederhana.
- Distribusi frekuensi
- Kecenderungan terpusat (tendensi sentral) :
a. mean (rata-rata)
b. modus (nilai yang sering muncul)
c. median (nilai tengah)

Contoh menentukan mean, modus, dan median untuk data tunggal :
Diketahui : Nilai ulangan sosiologi kelas XII 70, 70, 80, 80, 80, 90,90, 100, 100
Ditanya : mean, modus, median?
Jawab :
a. Mean = jumlah nilai : jumlah data
= (70+70+80+80+80+90+90+100+100) : 9
= 760 : 9
= 84,4

b. Modus = nilai yang paling sering muncul (70, 70, 80, 80, 80, 90,90, 100, 100) =80

c. Median = nilai yang ada di tengah (70, 70, 80, 80, 80, 90,90, 100, 100) = 80

Hasil Penelitian Sosial

Interpretasi Data  
Contoh soal:
Data angka pengangguran di Indonesia (Kompas, 17 Februari 2009) sebagai berikut :
Pertanyaan :
Prestasi terbaik dalam mengatasi pengangguran tertinggi terjadi pada tahun berapa?

Pembahasan:
Yang ditanya adalah prestasi mengatasi pengangguran tertinggi, bukan angka pengangguran tertinggi, berarti yang dilihat adalah penurunan pengangguran tertinggi.
Tahun 2005 : terjadi kenaikan,     11,2% -   9,9% = 1,3%
Tahun 2006 : terjadi penurunan, 11,2% - 10,3% = 0,9%
Tahun 2007 : terjadi penurunan, 10,3% -   9,1% = 1,2% (paling tinggi)
Tahun 2008 : terjadi penurunan,   9,1% -   8,5% = 0,6%

Jawaban : 2007
______________________________________________________

Laporan Penelitian

Fungsi Laporan Penelitian
Peneliti menyusun laporan hasil kegiatan penelitian agar dapat dibaca oleh masyarakat ilmiah.

Manfaat penyusunan laporan hasil penelitian :
 - Berpikir objektif : mendapatkan data empiris tentang kehidupan sosial  


Fungsi akademik dari laporan hasil penelitian :
-mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bagian laporan penelitian
1. Bagian awal/pembukaan
    a. Halaman judul.
    b. Kata pengantar.
    c. Abstrak.
    d. Daftar isi
    e. Daftar tabel
    f. Daftar gambar

2. Bagian isi laporan
    a. Pendahuluan.
        Perumusan latar belakang penelitian berdasarkan :
        - Cara berpikir faktual 
   b. Landasan teori dan tinjauan pustaka.
   c. Metodologi penelitian.
       Menerangkan tentang subyek, obyek, ruang lingkup penelitian, teknik pengumpulan data , cara pengolahan data, dan analisa data yang sudah disajikan dalam rancangan
   d. Gambaran umum objek penelitian (jika ada)
   e. Pembahasan dan analisis.
   f. Kesimpulan.

3. Bagian penutup.
    a. Daftar pustaka.
    b. Lampiran

Cara Menulis Daftar Pustaka
(Sumber dari buku)

Kegunaan presentasi laporan penelitian
1. Bagi peneliti :
    - ditinjau dari segi ilmiah : memperbaiki penguasaan ilmu secara teori
2. Bagi masyarakat
Diskusi Hasil Penelitian
Manfaat diskusi hasil penelitian : 
1. Siswa berani untuk mengeluarkan pendapat.
2. Siswa mampu berfikir secara kritis dan inovatif.
3. Memupuk rasa toleransi antar-siswa pasca diskusi kelas.
4. Siswa berani tampil untuk mempraktekan apa yang telah ditelitinya.

Referensi
Lawang, M. Z. Robert. 1980. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Universitas Terbuka.
Malo, Manasse. 1986. Metode Penelitian Sosial, Modul 1-5. Jakarta:Karunika.
Murdiyatmoko, Janu. Sosiologi: Memahami dan Mengkaji Masyarakat, untuk Kelas XII.
Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007. Manusia dan Masyarakat, Pelajaran Sosiologi untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Ganeca Exact.
Soal UAS Sosiologi SMA 2007
Soal UN Sosiologi SMA 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013

http://sobatbaru.blogspot.com/2008/04/pengertian-penelitian.html  
http://rankcotto.blogspot.com/2009/04/jenis-jenis-penelitian-ilmiah.html
http://www.4skripsi.com/metodologi-penelitian/penelitian-korelasi.html  
http://valid-consult.com/?Metodologi_Penelitian:Penelitian_Menurut_Tingkat_Ekplanasinya  
http://ihsanbahankuliah.blogspot.com/2008/12/populasi-dan-sampel-populasi-pengertian.html 
http://htussakdyah.blogspot.com/2012/01/penelitian-sosial.html 
http://lollybali.mywapblog.com/cara-membuat-rumusan-masalah-yang-baik-d.xhtml

No comments:

Translate