15 Aug 2014

STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN HEWAN

BAB III STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN HEWAN 

 

STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN HEWAN
1.         Jaringan Epitelium
  • Adalah jaringan pembatas dan pelapis yang menyelubungi atau melapisi permukaan organ, rongga, dan saluran, baik di luar maupun di dalam tubuh.
  • Jaringan epitelium yang melapisi lapisan luar tubuh disebut epidermis.
  • Jaringan epitelium yang membatasi organ dalam disebut endotelium.
  • Jaringan epitelium yang membatasi rongga disebut mesotelium.
Ciri-ciri jaringan epitelium
  1. Tersusun rapat sehingga hampir tidak ada ruang antarsel.
  2. Tidak mengandung pembuluh darah. Sel epitelium mendapat makanan dari kapiler darah yang terdapat pada jaringan ikat.
  3. Memiliki kemampuan regenerasi cukup tinggi.
Klasifikasi epitelium
  1. Epitelium selapis
  1. Epitelium pipih selapis
  • Terdiri atas selapis sel berbentuk pipih. Tipe ini tipis dan bersifat permeabel.
  • Peranannya adalah dalam proses difusi O2 maupun CO2 serta filtrasi darah pada proses pembentukan urin.
  • Terdapat pada dinding kapiler tempat terjadinya proses pertukaran nutrien dan zat sisa antara bdarah dan jaringan tubuh.
  • Terdapat pada alveolus, tempat terjadinya pertukaran gas.
              2.      Epitelium kubus selapis
  • Terdiri atas selapis sel berbentuk kubus.
  • Terdapat pada saluran kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan saluran pada ginjal.
  • Berperan dalam sekresi dan absorpsi.
         3.      Epitelium batang berlapis semu
  • Melekat pada membran dasar,
  • Nukleus sel terdapat pada ketinggian yang berbeda,
  • Terdapat misalnya pada bagian dalam saluran pernapasan, berfungsi mengeluarkan debu yang terperangkap pada lendir dari paru-paru.
       B.      Epitelium berlapis 
       1.      Epitelium pipih berlapis
  • Terdiri dari banyak lapisan sel dan sel di permukaannya berbentuk pipih.
  • Epitelium pipih berlapislah yang paling tebal dan paling sesuai untuk fungsi perlindungan.
  • Membentuk epidermis kulit, bagian dalam mulut, esofagus, dan vagina.
      2.      Epitelium kubus dan batang berlapis
·         Jarang terdapat pada tubuh hanya ada di saluran besar misalnya.
·         Kelenjar susu, kelenjar ludah,  pangkal esofagus, dan berperan dalam sekresi
3.   Epitelium transisional
      Terdapat pada organ urinari, misalnya ureter dan bagian dalam ginjal.
      Membentuk penghalang impermeabel (tidak dapat ditembus) sehingga urin tidak menembus dinding kantong kemih.
  1. Epitelium kelenjar
  • Pada kelenjar endokrin, sel epitelium yang menghubungkan antara kelenjar dan permukaan epitelium menghilang. Contohnya adalah kelenjar tiroid.
  • Hasil sekresi kelenjar eksokrin langsung menuju permukaan epitelium.
  • Kelenjar eksokrin multiselular memiliki saluran untuk menyalurkan hasil sekresi ke permukaan epitelium.
Berdasarkan bentuk dan strukturnya, kelenjar eksokrin dapat diklasifikasikan sebagai berikut. 
2.      Jaringan Ikat
Sel-sel Jaringan Ikat
a.   Fibroblas berfungsi mensekresikan protein.

b.   Makrofag berbentuk tidak teratur dan khusus terdapat di dekat pembuluh darah.
c.   Sel tiang berfungsi menghasilkan substansi heparin dan histamin.
d.   Sel lemak adalah sel yang terspesialisasi khusus untuk menyimpan lemak.
e.   Sel darah putih, berfungsi melawan patogen.
a.   Jaringan Ikat Longgar
Fungsi jaringan ikat longgar adalah

1.   Memberi bentuk organ dalam, misalnya kelenjar limfa,
2.   Menyokong, mengelilingi, dan menghubungkan elemen dari seluruh jaringan lain, misalnya:
a.   menyelubungi serat otot
b.   melekatkan jaringan di bawah kulit
c.   membentuk membran yang membatasi jantung dan rongga perut
d.   membentuk membran yang disebut mesenteris
  1. Jaringan Ikat Padat
Jaringan ikat padat dibagi menjadi dua jenis:
1.   Jaringan ikat padat tak teratur mempunyai pola yang tidak teratur. Terdapat pada bagian dermis kulit dan pembungkus tulang.
2.   Jaringan ikat padat teratur mempunyai pola yang teratur. Terdapat pada tendon yang menghubungkan otot dengan tulang
  1. Tulang rawan (kartilago)
Merupakan hasil spesialisasi dari jaringan ikat berserat dengan matriks elastis.
Ada tiga jenis tulang rawan:
1.   Tulang rawan hialin
      Matriksnya memiliki serat kolagen yang tersebar dalam bentuk anyaman halus dan rapat.
2.   Tulang rawan elastik
      Serat kolagen tulang rawan elastik tidak tersebar dan nyata seperti pada tulang rawan hialin.
3.   Tulang rawan fibrosa
      Lakuna-lakunanya bulat atau bulat telur dan berisi sel-sel (kondrosit).
  1. Tulang (osteon)

  1. Jaringan Otot
Serat otot mengandung filamen aktin dan miosin sebagai alat gerak aktif.
Jaringan otot tersusun atas sel-sel membujur dan miofibril.
  1. Otot Polos
  • Terdiri atas sel-sel berbentuk seperti gelendong panjangnya antara 30-200 milimikron.
  • Memiliki satu inti yang terletak di bagian tengah sel.
  • Kontraksi sel otot polos tidak di bawah pengaruh kesadaran disebut otot involunter.
  • Aktivitas otot polos tidak menimbulkan kelelahan
  • Otot polos terdapat pada rongga tubuh seperti saluran pencernaan makanan.
  1. Otot Lurik
  • Berbentuk silinder yang panjang dan tidak bercabang.
  • Panjang sel bervariasi antara 3-4 cm.
  • Memiliki banyak inti sel yang terletak di bagian tepi sel.
  • Kontraksi otot lurik di bawah kesadaran.
  • Kontraksi otot lurik cepat dan kuat serta dapat menimbulkan kelelahan.
  • Otot lurik melekat di bagian rangka.
  1. Otot Jantung
      Struktur otot jantung menyerupai otot lurik.
      Sel-sel otot jantung membentuk rantai dan sering bercabang dua atau lebih membentuk sinsitium.
      Memiliki satu atau dua inti sel yang terletak di bagian tengah sel.
      Sel otot jantung dipersarafi oleh sistem saraf
      autonom.
      Kontraksi tidak di bawah pengaruh kesadaran (involunter) dan tidak menimbulkan kelelahan.
Jaringan Saraf

  1. Jenis Sel Saraf
1. Neuron sensori (neuron aferen)
Menyampaikan rangsangan dari organ penerima rangsang (reseptor) kepada sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang).
2.Neuron intermediet (interneuron)
Membentuk mata rantai dan terdapat di dalam sistem saraf pusat. Dirangsang oleh impuls dari neuron sensori atau dari neuron intermediet lain.
3. Neuron motor (neuron eferen)
Berfungsi mengirimkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot dan kelenjar yang akan melakukan respons tubuh.
ORGAN PD HEWAN
       Merupakan bagian tubuh yang tersusun oleh beberapa jenis jaringan yang terorganisir dan saling berkaitan satu dengan yang lainnya.
       Dinding lambung tersusun dari jaringan otot, jaringan saraf, jaringan ikat, pembuluh darah, dan beberapa jenis epitel, membentuk sistem yang kompleks dan berkaitan.
       Struktur kompleks lambung berfungsi untuk menyimpan dan memproses makanan

Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

BAB II Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

  1. Jaringan Tumbuhan
  2. Jaringan pada Tumbuhan
  3. Jaringan Meristem (Embrional)
Ciri-ciri sel penyusun jaringan meristem sebagai berikut.
1)     Aktif membelah dan belum mengalami diferensiasi.
2)     Berukuran kecil dan berdinding tipis.
3)     Memiliki nukleus yang relative kecil, bervakuola kecil, dan mengandung banyak sitoplasma.
4)     Berbentuk kuboid atau prismati.
Berdasarkan letaknya pada batang, jaringan meristem dibedakan menjadi tiga, yakni sebagai berikut.
1)     Meristem lateral atau meristem samping, terdapat di cambium dan kambium gabus (felogen).
2)     Meristem interkaral atau meristem antara, terdapat di jaringan dewasa & pangkal ruas batang.
3)     Meristem apikal atau meristem ujung, ada di ujung batang atau akar. Meristem ini menghasilkan pemanjangan akar dan batang tumbuhan.
Berdasarkan asal terbentuknya jaringan meristem ada tiga.
1)     Promeristem, jaringan meristem yang sudah ada saat tumbuhan masih dalam tingkat embrio.
2)     Meristem primer, berasal dari sel-sel embrional yang merupakan kelanjutan dari pertumbuhan dan perkembangan embrio atau lembaga da nada di ujung batang serta ujung akar. Meristem ini meliputi daerah protoderm (bakal epidermis), prokambium (bakal kambium), dan meristem dasar (bakal parenkim).
3)     Meristem sekunder, berasal dari jaringan dewasa yang telah terhenti pertumbuhannya, tetapi menjadi embrional kembali.  Meristem ini meliputi kambium dan kambium gabus.

  1. Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa terdiri atas sel-sel yang sudah tidak membelah dan telah mengalami diferensiasi.Jaringan dewasa meliputi beberapa jaringan berikut.
  1. Jaringan Pelindung, berfungsi melindungi tumbuhan dari pengaruh luar yang merugikan. Jaringan pelindung pada tumbuhan berupa jaringan epidermis dan jaringan gabus.
a)      Jaringan epidermis, tersusun secara rapat dan terletak di permukaan tubuh tumbuhan. Selain sebagai pelindung, juga sebagai tempat pertukaran zat. Epidermis pada permukaan daun dan batang biasanya dilapisi semacam zat lemak yang disebut kutikula. Sebagian sel-sel epidermis dapat berkembang menjadi alat-alat tambahan (derivat epidermis), contoh stomata & trikomata.
1)     Stomata (mulut daun) merupakan derivat epidermis pada daun untuk pertukaran gas.
2)     Trikomata merupakan derivat epidermis yang membentuk struktur beragam seperti rambut, sisik, rambut kelenjar, dan tonjolan. Trikomata berfungsi mengurangi penguapan.
b)     Jaringan gabus, jika epidermis hilang, rusak, mati, atau tidak aktif lagi maka digantikan oleh jaringan gabus yang dibedakan menjadi tiga macam, yaitu eksodermis, endodermis, dan peridermis.
  1. Jaringan dasar (parenkim), letaknya hampir di semua bagian tumbuhan. Ciri-ciri sel penyusun jaringan parenkim sebagai berikut.
a)      Berbentuk segi banyak (poihedral).
b)     Dinding sel tipis dan mempunyai vakuola yang besar untuk menyimpan makanan cadangan.
c)      Terdiri atas sel-sel hidup.
d)     Letak sel-selnya renggang sehingga mempunyai banyak ruang antarsel. Ruang antarsel ini digunakan untuk pertukaran gas.
Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim dibedakan menjadi empat macam.
1)     Parenkim asimilasi (klorenkim), mengandung klorofil untuk fotosintesis. Contoh: parenkim palisade (jaringan pagar) dan parenkim spons (bunga karang) pada daun.
2)     Parenkim penimbun, menyimpan makanan cadangan dalam bentuk yang berbeda-beda. Misal sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma.
3)     Parenkim air, jaringan parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.
4)     Parenkm udara (aerenkim), yang mampu menyimpan udara. Umumnya terdapat pada tanaman anggrek dan tanaman air. Contoh parenkim air pada batang teratai berfungsi untuk mengapung.

  1. Jaringan Penguat (Mekanik)
Jaringan ini untuk memperkukuh tubuh tumbuhan.Berdasarkan bentuk & sifatnya, dibedakan sebagai berikut.
a)      Jaringan kolenkim, ciri-cirinya:
1)     Merupakan penguat utama organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.
2)     Umumnya terletak di bawah epidermis batang, tangkai daun, tangkai bunga, dan ibu tulang daun. Kolenkim jarang terdapat di akar.
3)     Dinding selnya tidak mengandung lignin, tetapi mengandung selulosa, pektin, dan hemiselulosa.
4)     Sel-sel kolenkim mengalami penebalan setempat pada dinding selnya. Berdasarkan letak dan bentuk penebalan, kolenkim dibedakan menjadi kolenkim angular (sudut), kolenkim lamellar (papan), dan kolenkim lacunate (lakuna).
b)     Jaringan sklerenkim, ciri-cirinya:
1)     Hanya ada di jaringan tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.
2)     Terdiri atas sel-sel mati.
3)     Dinding selnya sangat tebal dan kuat karena mengandung lignin.
4)     Ada yang berbentuk benang panjang (serabut sklerenkim) dan ada pula yang kecil tidak beraturan (sklereid).

  1. Jaringan pengangkut
a)      Macam-macam Jaringan Pengangkut
Berdasarkan bentuk dan sifatnya, dibedakan 2.
1)     Floem, mengangkut dan mengedarkan zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri atas unsur-unsur kibral (sel-sel tapis & komponen buluh tapis), sel pengantar, sel albumen, parenkim floem, dan serat-serat floem.
2)     Xilem, mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun. Xilem terdiri atas unsur trakeal (trakea dan trakeid), serat xylem, dan parenkim xilem.

II. Pengangkutan pada Tumbuhan
Pada tumbuhan tingkat tinggi terdapat dua macam cara pengangkutan air dan garam mineral yang diperoleh dari tanah, yaitu ekstravakular dan intravaskular.
  1. Proses Pengangkutan Ekstravakular
Pengangkutan ekstravakular adalah pengangkutan di luar berkas pembuluh.Air masuk melalui sel epidermis akar lalu bergerak di antara sel-sel korteks.Air harus melewati sitoplasma endodermis untuk memasuki silinder pusat (stele). Setelah sampai di stele, air akan bergerak bebas di antara sel-sel. Ada dua cara pengangkutan ekstravakular, yaitu apoplas dan simplas.
Transportasi apoplas adalah menyusupnya air tanah secara difusi bebas atau transpor pasif melalui semua bagian tidak hidup dari tumbuhan, missal dinding sel dan ruang antarsel.Transportasi apoplas tidak dapat melewati endodermis karena terhalang pita kaspari.Air yang menuju endodermis ditranspor secara simplas melalui sel peresap.
Sementara itu, transportasi simplas yaitu bergeraknya air tanah dan zat terlarut melalui bagian hidup dari sel tumbuhan. Pada sistem simplas, perpindahan air tanah terjadi secara osmosis dan transpor aktif melalui plasmodesmata. Transportasi simplas mulai dari sel-sel rambut akar ke sel-sel parenkim korteks, endodermis, perisikel, silinder pusat, dan akhirnya ke xilem.
  1. Proses Pengangkutan Intravaskular
Pengangkutan intravaskular adalah pengangkutan melalui berkas pembuluh (xilem) dari akar menuju bagian atas tumbuhan.Prosesnya sebagai berikut.
Xilem akar -> xilem batang -> xilem tangkai daun -> xilem tulang daun -> mesofil
Pengangkutan air dan mineral dari tanah ke dalam tubuh tumbuhan oleh xilem mengikuti beberapa teori berikut.
1)     Teori vital, menyatakan bahwa perjalanan air dari akar menuju daun dapat berlangsung karena adanya sel-sel hidup, missal sel-sel parenkim dan jari-jari empulur di sekitar xilem.
2)     Teori Dixon Joly, menyatakan bahwa naiknya air ke atas karena tarikan dari atas, yaitu ketika daun melakukan transpirasi. Air selalu bergerak dari daerah basah ke daerah kering.
3)     Teori tekanan akar, menyatakan bahwa air dan mineral naik ke atas karena adanya tekanan. Tekanan akar ini terjadi karena perbedaan konsentrasi air dalam air tanah dengan cairan pada saluran xilem.
Air yang diangkut xilem digunakan untuk fotosintesis dan sebagian mengalami transpirasi.Laju transpirasi dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, misal kelembaban, suhu udara, kecepatan angin, dan kandungan air tanah.Selain pengangkutan air dan mineral, pada tumbuhan juga terjadi pengangkutan hasil-hasil fotosintesis oleh pembuluh tapis (floem).Air dari tanah dapat mencapai batang dan daun karena adanya daya tekan daun, daya kapilaritas xilem, dan daya isap daun.

  1. Organ pada Tumbuhan
Organ pokok tumbuhan terdiri atas akar, batang, dan daun.
  1. Akar (Radix)
    1. Fungsi Akar
1)     Tempat melekatnya tumbuhan pada media (tanah).
2)     Menyerap air dan unsur hara.
3)     Pada beberapa tanaman digunakan sebagai tempat menyimpan makanan cadangan.
  1. Jaringan Penyusun Akar
Akar berkembang dari meristem apikal di ujung akar yang dilindungi kaliptra (tudung akar).Pembelahan meristem apikal membentuk zona pemanjangan sel, zona diferensiasi sel, dan zona pendewasaan sel.
Jaringan penyusun akar tumbuhan sebagai berikut.
1)     Epidermis, terdiri atas satu lapis sel, tersusun rapat, dinding sel tipis, dan mempunyai rambut akar untuk memperluas bidang penyerapan.
2)     Korteks, tersusun berlapis-lapis, dinding sel tipis, dan mempunyai banyak ruang antarsel. Pada korteks terdapat jaringan parenkim, kolenkim, dan sklerenkim.
3)     Endodermis, berupa satu lapis sel, tersusun rapat, dan dinding selnya mengalami penebalan gabus. Deretan sel-sel endodermis dengan penebalan gabusnya dinamakan pita kaspari. Terdapat jaringan perisikel di sebelah dalam endodermis. Jaringan perisikel tersusun dari sel-sel parenkim yang menebal. Jaringan perisikel berfungsi untuk membentuk akar samping dan berperan dalam pertumbuhan sekunder.
4)     Stele (silinder pusat), terdapat berkas pengangkut. Ada beberapa perbedaan struktur akar tumbuhan Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae.

Struktur Akar Tumbuhan Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae
No. Struktur Jaringan Akar Dicotyledoneae Akar Monocotyledoneae
1. Epidermis Bagian terluar akar Bagian terluar akar
2. Korteks Daerah di sebelah dalam epidermis Daerah di sebelah dalam epidermis
3. Endodermis Di sebelah dalam korteks Di sebelah dalam korteks
4. Perisikel Di sebelah dalam endodermis Di sebelah dalam endodermis
5. Xilem Berbentuk bintang di pusat, tersusun radial atau membentuk jari-jari bersama dengan floem Berdekatan dengan floem
6. Floem Di antara jari-jari yang dibentuk oleh xilem, dipisahkan oleh kambium Berdekatan dengan xilem dan tidak dipisahkan oleh kambium
7. Empulur Bagian tengah Bagian tengah


  1. Batang
    1. Fungsi Batang
1)     Tempat pengangkutan air dan unsur hara dari akar.
2)     Memperluas tajuk tumbuhan untuk efisiensi penangkapan cahaya matahari.
3)     Tempat tumbuhnya organ-organ generatif.
4)     Efisiensi penyerbukan dan membantu pemencaran benih.
5)     Pada tumbuhan tertentu sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan.
  1. Jaringan Penyusun Batang
1)     Epidermis, tersusun oleh selapis sel, rapat, dinding luar terdapat kutikula, dan pada tumbuhan kayu yang tua terdapat kambium gabus.
2)     Korteks mengandung amilum dan tersusun oleh sel-sel parenkim, kolenkim, serta sklerenkim.
3)     Stele, terdapat perisikel, sel parenkim, dan berkas pengangkut.

Sekilas Info: Fungsi Empulur
Empulur hanya ditemukan pada tumbuhan muda. Empulur akan hilang sejalan dengan petumbuhan dan penambahan diameter batangnya. Empulur berfungsi untuk menyimpakan makanan cadangan dan sisa-sisa metabolisme yang tidak berguna.


Ada beberapa perbedaan struktur batang Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae sebagai berikut.
Batang Dicotyledoneae Batang Monocotyledoneae
Pada bagian terluar batang terdapat epidermis Pada bagian terluar batang terdapat epidermis
Di sebelah dalam epidermis terdapat korteks dan stele. Di sebelah dalam epidermis terdaoat meristem dasar yang pembagiannya belum begitu jelas.
Berkas pembuluh terletak di bagian perisikel, terdiri atas xilem dan floem yang dibatasi oleh kambium. Berkas pembuluh tersebar pada meristem dasar, dilindungi sarung berkas pengangkut, dan tidak mempunyai kambium.


Gambar Penampang melintang batang tanaman Dicotylodoneae

Kambium pada tumbuhan Dicotyledoneae ada dua tipe.
  1. Kambium intravaskular, kambium terletak di anara xilem dan floem.
  2. Kambium intervaskular, kambium terletak di antara dua berkas pengangkut.

Aktivitas kambium mengakibatkan terjadinya pertumbuhan batang sekunder dan terbentuknya lingkaran tahun. Pembentukan sel-sel baru pada kambium mengakibatkan sel-sel korteks terdesak ke  arah luar dan feloderm ke arah dalam. Adanya jaringan gabus yang dibentuk oleh kambium gabus mengakibatkan gas tidak dapat masuk ke dalam sel. Oleh karena itu, pada jaringan gabus batang sering dijumpai lubang-lubang kecil yang disebut lentisel (berfungsi sebagai tempat pertukaran gas O2 dan CO2.

  1. Daun (Folium)
  2. Fungsi Daun
1)     Tempat fotosintesis
2)     Tempat pengeluara air melalui transpirasi dan gutasi
3)     Menyerap CO2 dari udara
4)     Respirasi
  1. Jaringan Penyusun Daun
1)     Epidermis, berupa satu lapis sel, dinding sel mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau lignin, terdapat stomata, dan kadang-kadang terdapat trikoma dan sel kipas.
2)     Mesofil, terdapat parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons (jaringan bunga karang).
3)     Berkas pengangkut, terdapat pada tulang daun.
4)     Jaringan tambahan, missal sel-sel Kristal dan kelenjar.
Beberapa perbedaan struktur dau Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae sebagai berikut.
No. Jaringan Daun Dicotyledoneae Daun Monocotyledoneae
1. Epidermis & kutikula Lapisan permukaan atas dan bawah daun Lapisan permukaan atas dan bawah daun
2. Stomata Melapisi permukaan atas dan bawah daun Berderet di antara dua daun
3. Mesofil Di antara lapisan epidermis atas dan bawah daun Pada cekungan di antara urat daun

Gambar Struktur jaringan daun dan urat daun tumbuhan Dicotyledoneae
Gambar Struktur jaringan daun dan urat daun tumbuhan Monocotyledoneae

  1. Bunga (Flos)
  2. Fungsi Bunga
Biasanya bunga mempunyai warna menarik, berbau harum, dan mengandung madu.Organ ini berfungsi sebagai penghasil alat perkembangbiakan.
  1. Bagian-bagian Bunga
1)     Bagian steril, terdiri atas ibu tangkai bunga (pedunculus), tangkai bunga (pedicellus), dasar bunga (receptacle), daun pelindung (brachtea), daun tangkai (brachteola), daun kelopak (sepal), dan daun mahkota (petal).
2)     Bagian fertil, terdiri atas benang sari sebagai mikrosporofil dan putik sebagai makrosporofil dengan daun buah sebagai penyusunnya.
Berdasarkan keberadaan bagian steril dan bagian fertil, bunga digolongkan menjadi bunga lengkap dan bunga tidak lengkap.Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki bagian bunga steril dan bagian bunga fertil.Bunga tidak lengkap digolongkan dalam bunga telanjang dan bunga mandul.Bunga telanjang adalah bunga yang tidak mempunyai perhiasan bunga.Bunga mandul adalah bunga yang tidak mempunyai bagian fertil.
  1. Struktur Jaringan Penyusun Bunga
Daun mahkota dan daun kelopak terdiri atas sel-sel parenkim.Epidermis pada daun kelopak dilapisi kutin, stomata, dan trikomata.Daun mahkota mempunyai epidermis berupa tonjolan yang disebut papila.
Benang sari terdiri atas kepala sari dan tangkai sari.Kepala sari mempunyai beberapa lapisan dinding, yaitu epidermis, endotesium, lapisan tengah, dan tapetum.Putik terdiri atas kepala putik dan tangkai putik.

  1. 5.      Buah dan Biji
Buah berkembang dari bakal buah.Buah yang seluruhnya terbentuk dari bakal buah disebut buah sejati, missal buah mangga.Adapun buah yang terbentuk dari bakal buah dan bagian lain dari bunga disebut buah semu.Buah semu missal buah jambu monyet (Anacardium occidentale).
Berdasarkan jumlah bakal buah dan bunga yang berperan dalam pembentukan buah, ada tiga macam buah, buah tunggal, buah agregat, dan buah majemuk.
  1. Buah tunggal adalah buah yang dibentuk oleh satu bakal buah, contoh buah mangga dan papaya.
  2. Buah agregat adalah buah yang dibentuk oleh beberapa bakal buah dari satu bunga, contoh buah murbei.
  3. Buah majemuk adalah buah yang dibentuk oleh beberapa bakal buah dari beberapa bunga, contoh buah nanas dan buah nangka.
Buah biasanya tersusun atas tiga bagian, kulit buah, daging buah, dan lapisan dalam buah.Ketiga bagian itu disebut pericarp.Perhatikan gambar bagian-bagian buah.
  1. Kulit Buah (eksokarp)
Kulit buah pada tumbuhan ada yang keras dan ada yang lunak.Pada buah kering, kulit buahnya keras, misal buah kacang tanah.Ada juga buah yang eksokarpnya seperti selaput tipis, misal buah tomat.
  1. Daging Buah (Mesokarp)
Daging buah merupakan lapisan tengah di bawah eksokarp dan biasanya berdaging tebal.Contoh pada buah mangga dan pepaya.
  1. Lapisan Dalam Buah (Endokarp)
Endokarp merupakan lapisan paling dalam yang mengelilingi biji.Endokarp ada yang tebal dan keras, misal pada buah kelapa.
Sementara itu, bakal biji yang terdapat dalam bakal buah berkembang menjadi biji.Biji merupakan alat perkembangbiakan utama.Biji terdiri atas beberapa bagian berikut.
  1. Kulit Biji
Kulit biji merupakan bagian terluar biji.Pada tumbuah Angiospermae, kulit biji terdiri atas kulit luar (testa) dan kulit dalam (tegmen), kulit tengah (sklerotesta), dan kulit dalam (endotesta).
  1. Tali Pusar atau Tangkai Biji
Setelah biji masak, biji akan terlepas dari tali pusar dan pada bijinya hanya tampak bekasnya yang disebut pusar biji.
  1. Inti Biji atau Isi Biji
Inti biji terdiri atas lembaga dan putih lembaga (albumen).Lembaga merupakan calon individu baru dan putih lembaga merupakan jaringan berisi makanan cadangan.
Gambar Bagian-bagian biji
Perbedaan secara umum tumbuhan Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae.
Keeping Biji Tulang Daun Batang Bunga Akar
Dicotyledoneae
Satu kotiledon
  Tulang daun sejajar atau melengkung
Berkas pengangkut tersebar
Bagian perhiasan buang hanya terdiri atas 3 atau kelipatannya
Sistem akar serabut
Monocotyledoneae
Dua kotiledon
Menyirip atau menjari
Berkas pengangkut tersusun dalam suatu lingkaran
Bagian perhiasan bunga terdiri dari 2, 4, 5, atau kelipatannya
Sistem akar tunggang

Gambar perbedaan struktur tumbuhan Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae.

  1. Teknik Kultur Jaringan
Sel tumbuhan bersifat autonomy dan mempunyai totipotensi.Autonomy artinya dapat mengatur aktivitas hidupnya sendiri.Totipotensi artinya kemampuan sel tumbuhan untuk beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali. Kedua sifat tumbuhan ini dimanfaatkan dalam teknik kultur jaringan.
Kultur jaringan adalah metode untuk mengisolasi bagian-bagian tanaman seperti sel, jaringan, atau organ serta menumbuhkannya secara aseptis (bebas hama) di dalam atau di atas medium budi daya sehingga bagian-bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali. Bagian kecil dari tanaman (sel, jaringan, dan organ) yang digunakan dalam kultur jaringan disebut eksplan. Eksplan diambil dari bagian yang masih muda (promordia), sel-selnya masih bersifat meristematis, dan mengalami proses diferensiasi.
Tanaman yang dibudidayakan menggunakan teknik kultur jaringan umumnya merupakan tanaman yang bernilai ekonomi tinggi atau tanaman yang sulit dikembangkan. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam teknik kultur jaringan sebagai berikut.
  1. Tahapan persiapan dan sterilisasi eksplan.
Pada tahap ini dilakukan pembuatan media tanam dan sterilisasi alat.Media tanam berupa media yang ditambahkan unsur mineral makro, mineral, dan zat pengatur tumbuh.Media harus disterilkan menggunakan uap panas bertekanan tertentu agar aseptis.Alat yang digunakan untuk sterilisasi media dan peralatan disebut autoklaf.Selanjutnya dilakukan pengambilan eksplan dari tanaman yang sehat.
  1. Tahapan inokulasi
Pada tahap ini dilakukan penanaman eksplan dalam ruangan tertutup dan telah disterilkan.Ruang penanaman dapat berupa enkas (ruangan tertutup dan terbuat dari kaca) atau laminar air flow.Ruang penanaman harus disterilkan dahulu menggunakan alkohol atau formalin.Selanjutnya eksplan disterilkan menggunakan larutan hipoklorit dan dipotong-potong kecil kemudian diinokulasi dalam media tanam. Eksplan dalam media kultur ini kemudian dipelihara di dalam ruangan aseptis yang terkontrol lingkungan fisiknya.
  1. Tahap subkultur
Pada tahap ini dilakukan pemindahan eksplan ke dalam media tanam yang baru.Komposisi hormone dalam media tanam yang digunakan untuk subkultur. Eksplan yang ditumbuhkan dalam media yang diberi hormon auksin (contoh IAA, NAA, dan 2,4D) atau sitokinin (contoh BAP dan kinetin) saja biasanya akan tumbuh menjadi kalus. Kalus adalah massa sel yang tidak terdiferensiasi. Apabila kalus ditumbuhkan dalam media yang diberi hormon auksin dan hormon sitokinin yang seimbang maka akan terjadi diferensiasi organ tubuh dan terbentuklah individu baru.
  1. Tahap aklimatisasi
Bibit tanaman yang dihasilkan dari teknik kultur jaringan berupa tumbuhan yang berukuran kecil yang disebut plantlet. Plantlet harus diaklimatisasi sebelum ditanam di lahan tanam.Aklimatisasi dilakukan agar plantlet beradaptasi dengan lingkungannya yang baru.Plantlet ditanam dalam polybag dan diletakkan di tempat yang teduh. Seiring dengan pertumbuhannya, intensitas cahaya yang mengenai tanaman hasil kultur ditambah.
Berikut tahapan-tahapan dalam teknik kultur jaringan.
Eksplan difertilisasi kemudian dicuci dengan air steril.
Eksplan ditanam pada media yang terbuat dari agar-agar dilengkapi dengan unsur makro dan mikro.
Setelah ditanam, eksplan diletakkan di ruangan yang terkontrol suhu dan penyinarannya.
Dilakukan beberapa kali subkultur sampai eksplan tumbuh menjadi plantlet.
Plantlet dikeluarkan dari botol dan akar dibersihkan dari agar-agar dengan air bersih.
Plantlet ditanam ke dalam pot-pot kecil dan di tempat yang tak terkena sinar matahari langsung.
Setelah plantlet tumbuh kuat, plantlet secara perlahan-lahan dipindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari secara langsung.
Gambar teknik kultur jaringan pada anggrek.
Semua peralatan dan kegiatan yang dilakukan dalam kultur jaringan harus aseptik agar bagian tanaman yang dikultur bisa tumbuh menjadi individu baru. Jika tidak, maka akan terjadi kontaminasi. Jamur atau bakteri mudah tumbuh di dalam media tanam yang mengakibatkan eksplan menjadi rusak.
Beberapa teknik kultur jaringan sebagai berikut.
  1. Kultur meristem, eksplan yang digunakan berupa jaringan meristem.
  2. Kultur pollen atau kultur anther, eksplan yang digunakan berupa putik atau benang sari.
  3. Kultur protoplas, eksplan berupa protoplas.
  4. Kulutur kloroplas, eksplan berupa kloroplas dan biasanya digunakan untuk fusi protoplasma.
  5. Fusi protoplas, teknik menggabungkan dua protoplas sehingga dihasilkan tanaman dengan sifat yang baru.
Anda telah mengetahui beberapa teknik dalam kultur jaringan. Penerapan teknik kultur jaringan tersebut dilakukan untuk tujuan-tujuan berikut.
  1. Menghasilkan tanaman dalam jumlah besar dalam lahan yang tidak terlalu keras dan dalam waktu yang singkat.
  2. Menghasilkan tanaman yang bebas penyakit.
  3. Menghasilkan varietas tanaman baru dengan teknik fusi protoplas.
  4. Melestarikan jenis tanaman yang sudah langka.
  5. Mempertahankan sifat-sifat tanaman induk.
Keberhasilan kultur jaringan ditentukan oleh beberapa faktor berikut.
  1. Sumber eksplan.
  2. Komposisi senyawa kimia dalam media tanam.
  3. Kondisi fisik, missal cahaya, suhu, kelembaban, pH, dan kepadatan media.
  4. Kondisi kultur yang steril.

STRUKTUR DAN FUNGSI SEL

BAB I STRUKTUR DAN FUNGSI SEL 

 

  1. Pendahuluan.
Organisasi seluler adalah susunan bagian-bagian tubuh yang berupa kumpuan sel. Sel berasal dari bahasa latin cella yang berarti ruang kecil. Orang yang pertama kali menemukan sel adalah Robert Hoke (1665) yang melakukan pengamatan terhaadap sayatan gabus dengan menggunakan mikroskop. Dia melihat adanya ruangan-ruangan kecil yang menyusun gabus tersebut. Ruangan-ruangan kecil itu diberi nama sel. Istilah sel  ini terus di gunakan hingga sekarang. Brown (1831) mengemukakan bahwa sel merupakan suatu ruangan kecil yang dibtasi oleh membran, yang di dalam nya terdapat cairan (protoplasma). Protoplasma terdiri dari plasma sel atau sitoplasma dan inti sel atau nukleus. Di dalam inti sel terdapat plasma inti atau nukleoplasma. PAda tahun 1839 ahli fisiologi Jerman Theodor schwan mengungkapkan bahwa organisme tersusun atas sel. Dari mana sel itu ? Ahli fisika Jerman Rudolf Virchow menyatakan bahwa sel berasal dari sel yang ada sebelumnya. Teori sel berasal dari sel di perkuat oleh berbagai eksperimen ahli mikrobiologi Perancis Louis Pasteur yang dilakukan antara tahun 1859-1861. 
Ukuran sel bermacam-macam. Ada yang hanya 1-10 mikron, misalnya bakteri, ada yang mencapai 30-40 mikron misalnya protozoa, dan ada pula yang mencapai beberapa sentimeter, misalnya serabut kapas.
  1. Pengertian Sel.
Sel merupakan unit (satuan, zarah) terkecil dari makhluk hidup, yang dapat melaksanakan kehidupan. Sel disebut sebagai unit terkecil karena tidak dapat dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil yang berdiri sendiri.Secara setruktural, tubuh makhluk hidup terrsusun atas sel-sel sehingga sel disebut satuan setruktural makhluk hidup. Secara fungsional, tubuh makhluk hidup dapat menyelenggarakan kehiduoan jika sel-sel penyusun itu berfungsi. Karena itu sel juga disebut satuan fungsional makhluk hidup. Sel mengandung materi genetik, yaitu materi penentu sifat-sifat makhluk hidup. Dengan adanya materi genetik, sifat makhluk hidup dapat di wariskan kepada keturuna

Cara Mengamati Sel
Untuk mengamati sel diperlukan alat bantu mikroskop yang dapat memperbesar bayangan objek yang diamati. Ada beberapa macam mikroskop yang dapat digunakan. Berikut  akan diuraikan prinsip cara kerja kedua mikroskop tersebut.
  1. Mikroskop Cahaya.
    1. Mikroskop cahaya menggunakan cahaya sebagai sumber penyinaran. Karena itu di perlukan lensa untuk memperbesar bayangan benda.
    2. Untuk mengamati objek diperlukan preparat (sediaan) yang tembus cahaya. Karenanya, preparat harus diiris setipis mungkin dengan ketebalan tidak lebih dari 50 mikron. Medium yang umum digunakan adalah air yang diteteskan ke atas gelas benda.
    3. Objek dapat diamati dalam keadaan hidup atau mati.
    4. Pengamatan dapat mengamati langsung melalui lensa okuler sehingga pengamatan dapat menentukan bentuk, warna, dan gerakan objek.
    5. Bayangan yang diperoleh dapat diperbesar hingga mencapai 100x, 400x, 1000x.
  2. Mikroskop Elektron.
    1. Mikroskop elektron menggunakan elektron sebagai pengganti cahaya dan medan magnet sebagai pengganti lensa. Bayangan yang dihasilkan ditampilkan di layar monitor.
    2. Objek yang akan diamati harus sangat tipis dan berada di ruangan hampa udara agar dapat ditembus elektron.
    3. Tidakdapat mengamati objek yang masih hidup. Biasanya digunakan untuk mengamati bagian-bagian sel, misalnya organel, membran, atau molekul besar, seperti DNA.
    4. Tidak dapat mengamati secara langsung. Untuk menentukan bentuk objek diperlukan rekonstruksi dari beberapa hasil pengamatan.
    5. Bayangan yang diperoleh dapat diperbesar hingga mencapai sejuta kali.
B.Struktur Sel.
  1. Struktur Sel Prokariotik.Berikut akan struktur  sel E.coli yang meliputi:
    1. Dinding Sel " Dinding sel bakteri tersusun atas polisakarida, lemak, dan protein. Dinding sel berfmgsi sebagai perlindungan dan pemberi bentuk yang tetap. Pada dinding sel terdapat pori-pori sebagai jalan keluar masuknya molekul."
    2. Membran Plasma " Membran sel atau membran plasma tersusunatas  molekul lemak dan protein. Fungsinya sebagai pelindung molekuler sel terhadap lingkungan di sekitarnya, dengan jalan mengatur lalu lintas molekul dan ion-ion dari dan ke dala sel. struktur lengkapnya akan di bahas kemudian."
    3. Sitoplasma " sitoplasma tersusun atas air, protein, lemak, mineral, dan enzim-enzim. Enzim-enzim digunakan untuk mencerna makanan secara ekstraseluler dan untuk melakukan proses metabolisme sel."
    4. Mesosom " Mesosom berfungsi sebagai penghasil energi"
    5. Ribosom " Ribosom merupakan organel tempat berlangsungnya sintesis protein."
    6. DNA " Asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid, disingkat DNA) merupakan persenyawaan yang tersusun atas gula deoksiribosa, fosfat, dan basa-basa nitrogen."
    7. RNA " Asam ribonukleat (ribonucleic acid, disingkat RNA merupakan persenyawaan hasil transkripsi (hasil cetakan, hasil kopian) DNA."
  2. Struktur Sel Eukariotik. " Perbedaan ppokok antara sel prokariotik dan eukariotik adalah sel eukariotik memilii membran inti, sedangkan sel rokariotik tidak memiliki membran inti."
    1. Membran Plasma. " Membran plasma atau membran sel tersusun atas molekul-molekul lemak dan protein. Molekul lemak tersusun atas dua lapis, terdapat dibagian tengah membran. di sebelah luarnya terdapat lapisan protein porifer (protein tepi), yang menyusun tepi luar dan dalam membran. Protein yang masuk ke lapisan lemak disebut protein integral. Tebal membran plasma antara 5-10 nm." Berikut model membran mosaik cair.
    2. Fungsi membran plasma
      1. Melindungi isi sel
      2. Membran sel berfungsi mempertahan kan isi sel.
      3. Mengatur keluar masuknya molekul-molkul.
      4. Membran plasma bersifat semipermeabel (selektif permeabel), artinya ada zat-zat tertentu yang dapat melewati membran dan ada pula yang tidak.
      5. Sebagai reseptor (penerima) rangsangan dari luar.
      6. Rangsangan itu berupa zat-zat kimia, misalnya hormon, racun, rangsangan listrik; dan rangsangan mekanik, misalnya tusukan dan tekanan.
    3. Sitoplasma
    4. Sitoplasma artinya plasma sel, yakni cairan yang berada di dalam sel selain nukleoplasma (plasma inti). Sitoplasma tersusun atas cairan dan padatan. Cairan sitoplasma disebut sitosol. Padatan sitoplasma adalah organel-organel. Sitosol tersusun atas air, protein, asam amino,vitamin, nukleotida, asam lemak, gula, dan ion-ion. Sitosol disebut pula matriks sitoplasma.
      1. Sifat-sifat sitosol.
      2. Sifat fisik sitosol dapat berubah-ubah karena mengandung protein. Pada kondisi tertentu, sitosol berada pada fase sol(cair) dan pada saat yang lain berada dala, fase gel (gelatin, padat). Sitosol uang berada di dekat membran sel (ektoplasma) biasanya bersifat gel. Sedangkan sitosol yang berada pada bagian dalam sel (endoplasama) bersifat sol. Contohnya adalah putih telur.
      3. Fungsi sitoplasma.
      4. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan-bahan kimia yang penting bagi metabolisme sel, seperti enzim-enzim, ion-ion, gula, lemak, dan protein.
    5. Nukleus
    6. Inti sel atau nukleus merupakan organel terbesar yang berada di dalam sel. Nukleus berdiameter sekitar 10um (mikrometer). Nukleus biasanya terletak di tengah sel dan berbentuk oval atau bulat.
      1. Membran nukleus.
      2. Membran rangkap nukleus terdiri atas membran luar dan membran dalam. Membran luar berhubungan langsung dengan retikulum endoplasma dan akhirnya ke membran sel.
      3. Nukleoplasma.
      4. Matriks nukleus disebut nukleoplasma. Nukeoplasma tersusun atas air, protein, ion,enzim, dan asam inti. Nukleoplasma bersifat gel. Di dalamnya terdapat benang-benang kromatin (benang penyerapwarna). Pada proses mitosis, benang kromatin itu tampak memendek dan disebut kromosom. Benang kromatin tersusun atas protein dan DNA. Di dalam benang DNA inilah tersimpan informasi kehidupan.
      5. Nukleolus.
      6. Nukleolus (anak inti) terbentuk pada saat terjadi proses transkripsi (sintesis RNA) di dalam nukleus.
      7. Fungsi Nukleus.
      8. Nukleus memiliki arti penting bagi sel.Fungsi nukleus antara lain adalah
        1. Pengendai seluruh kegiatan sel., misalnya dengan memasukkan RNA dan unit ribosom ke dalam RNA.
        2. Pengaturan pembelahan sel.
        3. Pembawa informasi genetik.
    7. Sentriol
    8. Sentriol merupakan organel uang dapa dilihat ketika sel mengadakan pembelahan. Pada fase tertentu dalamdaur hidupnya sentriol memiliki silia atau flagela. Sentriolhanya di jumpai pada selhewan, sedangkan pada sel tumbuhan tidak. Sentriol teretak saling tegak lurus antar sesamanya di dekat nukleus. Pada pembelahan mitosis, sentriol terbagi menjadi dua , tiap-tiap bagian menuju ke kutub sel. Maka terbentuklah benang-benang spindel yang menghubungkan kedua kutub tersebut. Benang spindel berfungsi "menarik" kromosom menuju ke kutub masing-masing.
    9.  Retikulum Endoplasma
    10. Retikulum berasal dari kata reticular yang berarti anyaman benang/jala.Karena letaknya memusat pada bagian retikulum endoplasma (disingkat RE). RE banyak hanya dijumpai di dalam sel eukariotik, baik selhewanmaupun sel tumbuhan. RE memiliki banyak bentuk (polimorfik).
      1. Macam-macam Retikulum Endoplasma
        1. RE kasar
        2. Membran RE yang berhadapan dengan sitoplasma ada yang ditempati ribosom, sehingga tampak berbintil-bintil. RE demikian disebut RE kasar/RE berbintil. RE kasarmerupakan penampung protein yang dihasikan ribosom. Protein yang dihasilkan masuk ke dalam rongga RE.
        3. RE halus
        4. RE halus adalah RE yang tidak ditempati ribosom.
      2. Fungsi Retikulum Endoplasma
        1. menampung pertein yang disintesis oleh ribosom untuk disalurkan ke kompleks Golgi dan akhirnya dikeluarkan dari sel (RE kasar).
        2. mensintesis lemak dan kolesterol (RE kasardan RE halus).
        3. menetralkan racun (detoksifikasi), misalnya RE yang ada di dalam sel-sel hati.
        4. transportasi molekul-molekul dari bagian sel yang satu bagian sel yang lain(RE kasar dan RE halus).
    11. Ribosom
    12. Ribosom tersusun atas RNA-ribosom (RNA-r) dan protein. Ribosom tidak memiliki membran. Menurut bentuknya, ribosom terdiri dari unit besar dan unit kecil yang masing-masing berbentuk bulat. Ribosom ada yang menempel pada membran RE, ada pula yang melayang-layang di dalam sitoplasma. Fungsinya sam, yaitu untuk mensintesis protein. Hanya saja, umumnya ribosom yang menempel paddaRE-lah yang berfungsi mensintesis protein untuk di bawa ke luar sel melalui RE dan kompleks Golgi. Sedangkan ribosom yang melayang mensintesis protein untuk keperluan di dalam sel.
    13.  Kompleks Golgi
    14. Kompleks Golgi sering disebut Golgi saja. Pada sel tumbuhan, kompleks Golgi disebut diktiosom. Organel ini terletak di antara RE dan membran plasma. Selain berfungsi menambahkan glioksilat pada protein, Golgi juga berfungsi untuk mensintesis glikolipida, membentuk dinding sel tumbuhan, dan membentuk lisosom.
    15. Badan mikro
    16. Disebut badan mikro karena ukurannya kecil, hanya bergaris tengah 0,3-1,5um.
      1. Peroksisom
      2. Peroksisom mengandung enzim katalase. Enzim katalase berfungsi menguraikan hidrogen peroksida (H2O2) menjadi oksigen dan air. Hidroperoksida merupakan senyawa hasil sampingan dari proses pernapasan (oksida) sel yang bersifat meracuni sel. Peroksisom terdapat pada sel hewan dan sel tumbuhan. Sel yang banyak mengandung peroksisom adalah sel yang banyak melakukan oksidasi, misalnya sel hati, ginjal, dan sel otot. Di samping itu, enzim katalase juga berperan dalam metabolisme lemak dan fotorespirasi.
      3. Glioksisom
      4. Glioksisom hanya terdapat pada sel tumbuhan, terutama pada jaringan yang mengandung lemak, seperti biji-bijian berlemak. Glioksisom menghasilkan enzim katalase dan oksidase yang keduanya berperan dalam proses metabolisme lemak, yaitu mengubah lemak menjadi gula. Proses metabolisme lemak menghasilkan energi yang diperlukan untuk perkembangan biji.
    17. Mitokondria
    18. Mitokondria merupakan penghasil energi (ATP)karena berfungdi untuk respirasi. Benruk mitokondria beraneka ragam . Namun, secara umum bentuk mitokondria adalah butiran atau benang. Ukurannya seperti bakteri dengan diameter 0,5-1 um dan 3-10um. Mitokondria baru terbentuk dari pertumbuhan serta pembelahan mitokondria yang telah ada sebelumnya (seperti pembelahan pada bakteri). Mitokondria memilik dua membran, yaitu membran luar dan membran dalam. Struktur membran luar seperti membran plasma. Pada membran dalam pelekukan ke arah dalam membentuk krista. Matriks adalah cairan yang berada di dalam mitokondria dan bersifat dsebagai gel.
    19. Mikrotubulus dan Mikrofilamen
    20. MIkrotubulus merupakan organel berbentuk tabung atau pipa, yang panjangnya mencapai 2,5 um dengan diameter 25 nm. Tabubung-tabung itu tersusun atas protein yang dikenal sebagai. Mikrotubulus terdapat pada gelendong sel, yaitu berupa benang-benang spindel yang menghubungkan dua kutub sel pada waktu sel membelah.
    21. Lisosom
    22. Lisosom (lyso = pencrnaan, soma= tubuh) merupakan membran berbentuk kantong kecil yang berisi enzim hidrolitik yang disebut lisozim. Enzim ini berfungsi dalam pencernaan intrasel, yaitu mencerna zat-zat yang masuk ke dalam sel.
      1. Pembentukan lisosom
      2. Enzim lisosom adalah suatu protein yang diproduksi oleh ribosom dan kemudian masuk ke RE. Dari RE enzim dimasukkan kedalam membran, kemudiandikeluarkan ke sitoplasma menjadi lisosom. Selainn itu ada juga enzim yang dimasukkan terlebih dahulu ke Golgi, oleh Golgi enzim dibungkus membran, kemudian dilepaskan di dalam sitoplasma. Jadi, proses pembentukan lisosom ada dua macam: pertama di bentuk secara lansung oleh RE dan kedua oleh Golgi.
      3. Proses pencernaan oleh lisosom
      4. Proses pencernaan oleh lisosom dapat di uraikan sebagai berikut. Misalnya sel menelan benda asing berupa bakteri secara fagositosis, maka bakteri itu dimasukkan ke dalam vakuola. Vakuola berisi bakteri itu segera didatangi lisosom. Membran lisosom dan membran vakuola bersinggungan,kemudian membran tersebut bersatu. Enzim dari lisosom masuk ke dalam vakuola, kemudian segera mencerna bakteri. Enzim lisosom tidak aktif mencerna membran pecah, maka enzim lisosom akan keluar dari membran dan mencerna sel itu sendiri.
      5. Penyakit akibat kegagalan lisosom
        1. Silikosis
        2. Pada orang yang bekerja di daerah berdebu, debu-debu itu terhisap ke paru-paru. Di dalam sel alveoli paru-paru debu-debu dalam vakuola dicerna oleh enzim lisosom. Namun bila debu mengandung silikon yang keras, debu tidak tercerna dan sebaliknya justru membran vakuola menjadi bocor. Akibatnya enzim lisozim keluar mencerna sel paru-paru. Orang yang menderita penyakit demikian disebut menderita silikosis.
        3. Rematik
        4. Orang yang sering mengkonsumsi makanan dari organ dalam (usus, hati), belinjo, dan rebung, darahnya akan mengandung asm urat (berupa kristal). Asam urat itu masuk ke dalam lisosom dan tidak dapat dicerna. Kemudian, enzim lisosom keluar, mencerna sel-sel pada persendian dan akibatnya orang tersebut menderita rematik. Penderita rematik mengalami bengkak dan radang di persendian yang menyebabkan rasa sakit luar biasa.

C.Transpor Lewat Membran
Perpindahan molekul atau ion melewati membran ada dua macam, yaitu transpor pasif dan transpor aktif.
  1. Tranpor pasif adalah perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan sel.
  2. Transpor adalah perpindahan molekulatu ion dengan menggunakan energi dari sel itu, dan perpindahan tersebut dapatnterjadi meskipun menentang konsentrasi.

  1. Difusi adalah penyebaran molekul zat dari konsentrasi (kerapatan) tinggi konsentrasi rendah, tanpa menggunakan energi.
  2. Osmosis adalah perpindahan ion / molekul dari kerapatan tinggi ke kerapatan rendah dengan melewati suatu membran.

Translate