- Jaringan Tumbuhan
- Jaringan pada Tumbuhan
- Jaringan Meristem (Embrional)
Ciri-ciri sel penyusun jaringan meristem sebagai berikut.
1) Aktif membelah dan belum mengalami diferensiasi.
2) Berukuran kecil dan berdinding tipis.
3) Memiliki nukleus yang relative kecil, bervakuola kecil, dan mengandung banyak sitoplasma.
4) Berbentuk kuboid atau prismati.
Berdasarkan letaknya pada batang, jaringan meristem dibedakan menjadi tiga, yakni sebagai berikut.
1) Meristem lateral atau meristem samping, terdapat di cambium dan kambium gabus (felogen).
2) Meristem interkaral atau meristem antara, terdapat di jaringan dewasa & pangkal ruas batang.
3) Meristem apikal atau meristem ujung, ada di ujung batang atau
akar. Meristem ini menghasilkan pemanjangan akar dan batang tumbuhan.
Berdasarkan asal terbentuknya jaringan meristem ada tiga.
1) Promeristem, jaringan meristem yang sudah ada saat tumbuhan masih dalam tingkat embrio.
2) Meristem primer, berasal dari sel-sel embrional yang merupakan
kelanjutan dari pertumbuhan dan perkembangan embrio atau lembaga da
nada di ujung batang serta ujung akar. Meristem ini meliputi daerah
protoderm (bakal epidermis), prokambium (bakal kambium), dan meristem
dasar (bakal parenkim).
3) Meristem sekunder, berasal dari jaringan dewasa yang telah
terhenti pertumbuhannya, tetapi menjadi embrional kembali. Meristem ini
meliputi kambium dan kambium gabus.
- Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa terdiri atas sel-sel yang sudah tidak membelah dan
telah mengalami diferensiasi.Jaringan dewasa meliputi beberapa jaringan
berikut.
- Jaringan Pelindung, berfungsi melindungi tumbuhan dari pengaruh luar
yang merugikan. Jaringan pelindung pada tumbuhan berupa jaringan
epidermis dan jaringan gabus.
a) Jaringan epidermis, tersusun secara rapat dan terletak di
permukaan tubuh tumbuhan. Selain sebagai pelindung, juga sebagai tempat
pertukaran zat. Epidermis pada permukaan daun dan batang biasanya
dilapisi semacam zat lemak yang disebut kutikula. Sebagian sel-sel
epidermis dapat berkembang menjadi alat-alat tambahan (derivat
epidermis), contoh stomata & trikomata.
1) Stomata (mulut daun) merupakan derivat epidermis pada daun untuk pertukaran gas.
2) Trikomata merupakan derivat epidermis yang membentuk struktur
beragam seperti rambut, sisik, rambut kelenjar, dan tonjolan. Trikomata
berfungsi mengurangi penguapan.
b) Jaringan gabus, jika epidermis hilang, rusak, mati, atau tidak
aktif lagi maka digantikan oleh jaringan gabus yang dibedakan menjadi
tiga macam, yaitu eksodermis, endodermis, dan peridermis.
- Jaringan dasar (parenkim), letaknya hampir di semua bagian tumbuhan. Ciri-ciri sel penyusun jaringan parenkim sebagai berikut.
a) Berbentuk segi banyak (poihedral).
b) Dinding sel tipis dan mempunyai vakuola yang besar untuk menyimpan makanan cadangan.
c) Terdiri atas sel-sel hidup.
d) Letak sel-selnya renggang sehingga mempunyai banyak ruang antarsel. Ruang antarsel ini digunakan untuk pertukaran gas.
Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim dibedakan menjadi empat macam.
1) Parenkim asimilasi (klorenkim), mengandung klorofil untuk
fotosintesis. Contoh: parenkim palisade (jaringan pagar) dan parenkim
spons (bunga karang) pada daun.
2) Parenkim penimbun, menyimpan makanan cadangan dalam bentuk
yang berbeda-beda. Misal sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk
partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma.
3) Parenkim air, jaringan parenkim yang mampu menyimpan air.
Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah kering (xerofit),
tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.
4) Parenkm udara (aerenkim), yang mampu menyimpan udara. Umumnya
terdapat pada tanaman anggrek dan tanaman air. Contoh parenkim air pada
batang teratai berfungsi untuk mengapung.
- Jaringan Penguat (Mekanik)
Jaringan ini untuk memperkukuh tubuh tumbuhan.Berdasarkan bentuk & sifatnya, dibedakan sebagai berikut.
a) Jaringan kolenkim, ciri-cirinya:
1) Merupakan penguat utama organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.
2) Umumnya terletak di bawah epidermis batang, tangkai daun,
tangkai bunga, dan ibu tulang daun. Kolenkim jarang terdapat di akar.
3) Dinding selnya tidak mengandung lignin, tetapi mengandung selulosa, pektin, dan hemiselulosa.
4) Sel-sel kolenkim mengalami penebalan setempat pada dinding
selnya. Berdasarkan letak dan bentuk penebalan, kolenkim dibedakan
menjadi kolenkim angular (sudut), kolenkim lamellar (papan), dan
kolenkim lacunate (lakuna).
b) Jaringan sklerenkim, ciri-cirinya:
1) Hanya ada di jaringan tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.
2) Terdiri atas sel-sel mati.
3) Dinding selnya sangat tebal dan kuat karena mengandung lignin.
4) Ada yang berbentuk benang panjang (serabut sklerenkim) dan ada pula yang kecil tidak beraturan (sklereid).
- Jaringan pengangkut
a) Macam-macam Jaringan Pengangkut
Berdasarkan bentuk dan sifatnya, dibedakan 2.
1) Floem, mengangkut dan mengedarkan zat-zat makanan hasil
fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri atas
unsur-unsur kibral (sel-sel tapis & komponen buluh tapis), sel
pengantar, sel albumen, parenkim floem, dan serat-serat floem.
2) Xilem, mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun. Xilem
terdiri atas unsur trakeal (trakea dan trakeid), serat xylem, dan
parenkim xilem.
II. Pengangkutan pada Tumbuhan
Pada tumbuhan tingkat tinggi terdapat dua macam cara pengangkutan air
dan garam mineral yang diperoleh dari tanah, yaitu ekstravakular dan
intravaskular.
- Proses Pengangkutan Ekstravakular
Pengangkutan ekstravakular adalah pengangkutan di luar berkas
pembuluh.Air masuk melalui sel epidermis akar lalu bergerak di antara sel-sel
korteks.Air
harus melewati sitoplasma endodermis untuk memasuki silinder pusat
(stele). Setelah sampai di stele, air akan bergerak bebas di antara
sel-sel. Ada dua cara pengangkutan ekstravakular, yaitu apoplas dan
simplas.
Transportasi apoplas adalah menyusupnya air tanah secara difusi bebas
atau transpor pasif melalui semua bagian tidak hidup dari tumbuhan,
missal dinding sel dan ruang antarsel.Transportasi apoplas tidak dapat
melewati endodermis karena terhalang pita
kaspari.Air yang menuju endodermis ditranspor secara simplas melalui sel peresap.
Sementara itu, transportasi simplas yaitu bergeraknya air tanah dan
zat terlarut melalui bagian hidup dari sel tumbuhan. Pada sistem
simplas, perpindahan air tanah terjadi secara osmosis dan transpor aktif
melalui plasmodesmata. Transportasi simplas mulai dari sel-sel rambut
akar ke sel-sel parenkim korteks, endodermis, perisikel, silinder pusat,
dan akhirnya ke xilem.
- Proses Pengangkutan Intravaskular
Pengangkutan intravaskular adalah pengangkutan melalui berkas
pembuluh (xilem) dari akar menuju bagian atas tumbuhan.Prosesnya sebagai
berikut.
Xilem akar -> xilem batang -> xilem tangkai daun -> xilem tulang daun -> mesofil
Pengangkutan air dan mineral dari tanah ke dalam tubuh tumbuhan oleh xilem mengikuti beberapa teori berikut.
1) Teori vital, menyatakan bahwa perjalanan air dari akar menuju
daun dapat berlangsung karena adanya sel-sel hidup, missal sel-sel
parenkim dan jari-jari empulur di sekitar xilem.
2) Teori Dixon Joly, menyatakan bahwa naiknya air ke atas karena
tarikan dari atas, yaitu ketika daun melakukan transpirasi. Air selalu
bergerak dari daerah basah ke daerah kering.
3) Teori tekanan akar, menyatakan bahwa air dan mineral naik ke
atas karena adanya tekanan. Tekanan akar ini terjadi karena perbedaan
konsentrasi air dalam air tanah dengan cairan pada saluran xilem.
Air yang diangkut xilem digunakan untuk fotosintesis dan sebagian mengalami
transpirasi.Laju
transpirasi dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, misal kelembaban, suhu
udara, kecepatan angin, dan kandungan air tanah.Selain pengangkutan air
dan mineral, pada tumbuhan juga terjadi pengangkutan hasil-hasil
fotosintesis oleh pembuluh tapis (floem).Air dari tanah dapat mencapai
batang dan daun karena adanya daya tekan daun, daya kapilaritas xilem,
dan daya isap daun.
- Organ pada Tumbuhan
Organ pokok tumbuhan terdiri atas akar, batang, dan daun.
- Akar (Radix)
- Fungsi Akar
1) Tempat melekatnya tumbuhan pada media (tanah).
2) Menyerap air dan unsur hara.
3) Pada beberapa tanaman digunakan sebagai tempat menyimpan makanan cadangan.
- Jaringan Penyusun Akar
Akar berkembang dari meristem apikal di ujung akar yang dilindungi
kaliptra (tudung akar).Pembelahan meristem apikal membentuk zona
pemanjangan sel, zona diferensiasi sel, dan zona pendewasaan sel.
Jaringan penyusun akar tumbuhan sebagai berikut.
1) Epidermis, terdiri atas satu lapis sel, tersusun rapat,
dinding sel tipis, dan mempunyai rambut akar untuk memperluas bidang
penyerapan.
2) Korteks, tersusun berlapis-lapis, dinding sel tipis, dan
mempunyai banyak ruang antarsel. Pada korteks terdapat jaringan
parenkim, kolenkim, dan sklerenkim.
3) Endodermis, berupa satu lapis sel, tersusun rapat, dan dinding
selnya mengalami penebalan gabus. Deretan sel-sel endodermis dengan
penebalan gabusnya dinamakan pita kaspari. Terdapat jaringan perisikel
di sebelah dalam endodermis. Jaringan perisikel tersusun dari sel-sel
parenkim yang menebal. Jaringan perisikel berfungsi untuk membentuk akar
samping dan berperan dalam pertumbuhan sekunder.
4) Stele (silinder pusat), terdapat berkas pengangkut. Ada
beberapa perbedaan struktur akar tumbuhan Dicotyledoneae dan
Monocotyledoneae.
Struktur Akar Tumbuhan Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae
| No. |
Struktur Jaringan |
Akar Dicotyledoneae |
Akar Monocotyledoneae |
| 1. |
Epidermis |
Bagian terluar akar |
Bagian terluar akar |
| 2. |
Korteks |
Daerah di sebelah dalam epidermis |
Daerah di sebelah dalam epidermis |
| 3. |
Endodermis |
Di sebelah dalam korteks |
Di sebelah dalam korteks |
| 4. |
Perisikel |
Di sebelah dalam endodermis |
Di sebelah dalam endodermis |
| 5. |
Xilem |
Berbentuk bintang di pusat, tersusun radial atau membentuk jari-jari bersama dengan floem |
Berdekatan dengan floem |
| 6. |
Floem |
Di antara jari-jari yang dibentuk oleh xilem, dipisahkan oleh kambium |
Berdekatan dengan xilem dan tidak dipisahkan oleh kambium |
| 7. |
Empulur |
Bagian tengah |
Bagian tengah |
- Batang
- Fungsi Batang
1) Tempat pengangkutan air dan unsur hara dari akar.
2) Memperluas tajuk tumbuhan untuk efisiensi penangkapan cahaya matahari.
3) Tempat tumbuhnya organ-organ generatif.
4) Efisiensi penyerbukan dan membantu pemencaran benih.
5) Pada tumbuhan tertentu sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan.
- Jaringan Penyusun Batang
1) Epidermis, tersusun oleh selapis sel, rapat, dinding luar
terdapat kutikula, dan pada tumbuhan kayu yang tua terdapat kambium
gabus.
2) Korteks mengandung amilum dan tersusun oleh sel-sel parenkim, kolenkim, serta sklerenkim.
3) Stele, terdapat perisikel, sel parenkim, dan berkas pengangkut.
Sekilas Info: Fungsi Empulur
Empulur hanya ditemukan pada tumbuhan muda. Empulur akan hilang
sejalan dengan petumbuhan dan penambahan diameter batangnya. Empulur
berfungsi untuk menyimpakan makanan cadangan dan sisa-sisa metabolisme
yang tidak berguna.
Ada beberapa perbedaan struktur batang Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae sebagai berikut.
| Batang Dicotyledoneae |
Batang Monocotyledoneae |
| Pada bagian terluar batang terdapat epidermis |
Pada bagian terluar batang terdapat epidermis |
| Di sebelah dalam epidermis terdapat korteks dan stele. |
Di sebelah dalam epidermis terdaoat meristem dasar yang pembagiannya belum begitu jelas. |
| Berkas pembuluh terletak di bagian perisikel, terdiri atas xilem dan floem yang dibatasi oleh kambium. |
Berkas pembuluh tersebar pada meristem dasar, dilindungi sarung berkas pengangkut, dan tidak mempunyai kambium. |
Gambar Penampang melintang batang tanaman Dicotylodoneae
Kambium pada tumbuhan Dicotyledoneae ada dua tipe.
- Kambium intravaskular, kambium terletak di anara xilem dan floem.
- Kambium intervaskular, kambium terletak di antara dua berkas pengangkut.
Aktivitas kambium mengakibatkan terjadinya pertumbuhan batang
sekunder dan terbentuknya lingkaran tahun. Pembentukan sel-sel baru pada
kambium mengakibatkan sel-sel korteks terdesak ke arah luar dan
feloderm ke arah dalam. Adanya jaringan gabus yang dibentuk oleh kambium
gabus mengakibatkan gas tidak dapat masuk ke dalam sel. Oleh karena
itu, pada jaringan gabus batang sering dijumpai lubang-lubang kecil yang
disebut lentisel (berfungsi sebagai tempat pertukaran gas O
2 dan CO
2.
- Daun (Folium)
- Fungsi Daun
1) Tempat fotosintesis
2) Tempat pengeluara air melalui transpirasi dan gutasi
3) Menyerap CO
2 dari udara
4) Respirasi
- Jaringan Penyusun Daun
1) Epidermis, berupa satu lapis sel, dinding sel mengalami
penebalan dari zat kutin (kutikula) atau lignin, terdapat stomata, dan
kadang-kadang terdapat trikoma dan sel kipas.
2) Mesofil, terdapat parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons (jaringan bunga karang).
3) Berkas pengangkut, terdapat pada tulang daun.
4) Jaringan tambahan, missal sel-sel Kristal dan kelenjar.
Beberapa perbedaan struktur dau Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae sebagai berikut.
| No. |
Jaringan |
Daun Dicotyledoneae |
Daun Monocotyledoneae |
| 1. |
Epidermis & kutikula |
Lapisan permukaan atas dan bawah daun |
Lapisan permukaan atas dan bawah daun |
| 2. |
Stomata |
Melapisi permukaan atas dan bawah daun |
Berderet di antara dua daun |
| 3. |
Mesofil |
Di antara lapisan epidermis atas dan bawah daun |
Pada cekungan di antara urat daun |
Gambar Struktur jaringan daun dan urat daun tumbuhan Dicotyledoneae
Gambar Struktur jaringan daun dan urat daun tumbuhan Monocotyledoneae
- Bunga (Flos)
- Fungsi Bunga
Biasanya bunga mempunyai warna menarik, berbau harum, dan mengandung
madu.Organ ini berfungsi sebagai penghasil alat perkembangbiakan.
- Bagian-bagian Bunga
1) Bagian steril, terdiri atas ibu tangkai bunga (pedunculus),
tangkai bunga (pedicellus), dasar bunga (receptacle), daun pelindung
(brachtea), daun tangkai (brachteola), daun kelopak (sepal), dan daun
mahkota (petal).
2) Bagian fertil, terdiri atas benang sari sebagai mikrosporofil
dan putik sebagai makrosporofil dengan daun buah sebagai penyusunnya.
Berdasarkan keberadaan bagian steril dan bagian fertil, bunga digolongkan menjadi bunga lengkap dan bunga tidak
lengkap.Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki bagian bunga steril dan bagian bunga
fertil.Bunga tidak lengkap digolongkan dalam bunga telanjang dan bunga
mandul.Bunga telanjang adalah bunga yang tidak mempunyai perhiasan
bunga.Bunga mandul adalah bunga yang tidak mempunyai bagian fertil.
- Struktur Jaringan Penyusun Bunga
Daun mahkota dan daun kelopak terdiri atas sel-sel parenkim.Epidermis pada daun kelopak dilapisi kutin, stomata, dan
trikomata.Daun mahkota mempunyai epidermis berupa tonjolan yang disebut papila.
Benang sari terdiri atas kepala sari dan tangkai sari.Kepala sari
mempunyai beberapa lapisan dinding, yaitu epidermis, endotesium, lapisan
tengah, dan
tapetum.Putik terdiri atas kepala putik dan tangkai putik.
- 5. Buah dan Biji
Buah berkembang dari bakal
buah.Buah
yang seluruhnya terbentuk dari bakal buah disebut buah sejati, missal
buah mangga.Adapun buah yang terbentuk dari bakal buah dan bagian lain
dari bunga disebut buah
semu.Buah semu missal buah jambu monyet (
Anacardium occidentale).
Berdasarkan jumlah bakal buah dan bunga yang berperan dalam
pembentukan buah, ada tiga macam buah, buah tunggal, buah agregat, dan
buah majemuk.
- Buah tunggal adalah buah yang dibentuk oleh satu bakal buah, contoh buah mangga dan papaya.
- Buah agregat adalah buah yang dibentuk oleh beberapa bakal buah dari satu bunga, contoh buah murbei.
- Buah majemuk adalah buah yang dibentuk oleh beberapa bakal buah dari beberapa bunga, contoh buah nanas dan buah nangka.
Buah biasanya tersusun atas tiga bagian, kulit buah, daging buah, dan
lapisan dalam buah.Ketiga bagian itu disebut pericarp.Perhatikan gambar
bagian-bagian buah.
- Kulit Buah (eksokarp)
Kulit buah pada tumbuhan ada yang keras dan ada yang
lunak.Pada buah kering, kulit buahnya keras, misal buah kacang
tanah.Ada juga buah yang eksokarpnya seperti selaput tipis, misal buah tomat.
- Daging Buah (Mesokarp)
Daging buah merupakan lapisan tengah di bawah eksokarp dan biasanya berdaging tebal.Contoh pada buah mangga dan pepaya.
- Lapisan Dalam Buah (Endokarp)
Endokarp merupakan lapisan paling dalam yang mengelilingi biji.Endokarp ada yang tebal dan keras, misal pada buah kelapa.
Sementara itu, bakal biji yang terdapat dalam bakal buah berkembang menjadi
biji.Biji merupakan alat perkembangbiakan
utama.Biji terdiri atas beberapa bagian berikut.
- Kulit Biji
Kulit biji merupakan bagian terluar
biji.Pada
tumbuah Angiospermae, kulit biji terdiri atas kulit luar (testa) dan
kulit dalam (tegmen), kulit tengah (sklerotesta), dan kulit dalam
(endotesta).
- Tali Pusar atau Tangkai Biji
Setelah biji masak, biji akan terlepas dari tali pusar dan pada bijinya hanya tampak bekasnya yang disebut pusar biji.
- Inti Biji atau Isi Biji
Inti biji terdiri atas lembaga dan putih lembaga (albumen).Lembaga
merupakan calon individu baru dan putih lembaga merupakan jaringan
berisi makanan cadangan.
Gambar Bagian-bagian biji
Perbedaan secara umum tumbuhan Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae.
| Keeping Biji |
Tulang Daun |
Batang |
Bunga |
Akar |
Dicotyledoneae
Satu kotiledon |
Tulang daun sejajar atau melengkung |
Berkas pengangkut tersebar
|
Bagian perhiasan buang hanya terdiri atas 3 atau kelipatannya
|
Sistem akar serabut
|
Monocotyledoneae
Dua kotiledon |
Menyirip atau menjari
|
Berkas pengangkut tersusun dalam suatu lingkaran
|
Bagian perhiasan bunga terdiri dari 2, 4, 5, atau kelipatannya
|
Sistem akar tunggang
|
Gambar perbedaan struktur tumbuhan Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae.
- Teknik Kultur Jaringan
Sel tumbuhan bersifat autonomy dan mempunyai totipotensi.Autonomy
artinya dapat mengatur aktivitas hidupnya sendiri.Totipotensi artinya
kemampuan sel tumbuhan untuk beregenerasi menjadi tanaman lengkap
kembali. Kedua sifat tumbuhan ini dimanfaatkan dalam teknik kultur
jaringan.
Kultur jaringan adalah metode untuk mengisolasi bagian-bagian tanaman
seperti sel, jaringan, atau organ serta menumbuhkannya secara aseptis
(bebas hama) di dalam atau di atas medium budi daya sehingga
bagian-bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi
menjadi tanaman lengkap kembali. Bagian kecil dari tanaman (sel,
jaringan, dan organ) yang digunakan dalam kultur jaringan disebut
eksplan. Eksplan diambil dari bagian yang masih muda (promordia),
sel-selnya masih bersifat meristematis, dan mengalami proses
diferensiasi.
Tanaman yang dibudidayakan menggunakan teknik kultur jaringan umumnya
merupakan tanaman yang bernilai ekonomi tinggi atau tanaman yang sulit
dikembangkan. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam teknik kultur
jaringan sebagai berikut.
- Tahapan persiapan dan sterilisasi eksplan.
Pada tahap ini dilakukan pembuatan media tanam dan sterilisasi
alat.Media tanam berupa media yang ditambahkan unsur mineral makro, mineral, dan zat pengatur
tumbuh.Media harus disterilkan menggunakan uap panas bertekanan tertentu agar
aseptis.Alat
yang digunakan untuk sterilisasi media dan peralatan disebut
autoklaf.Selanjutnya dilakukan pengambilan eksplan dari tanaman yang
sehat.
- Tahapan inokulasi
Pada tahap ini dilakukan penanaman eksplan dalam ruangan tertutup dan telah
disterilkan.Ruang penanaman dapat berupa enkas (ruangan tertutup dan terbuat dari kaca) atau laminar air
flow.Ruang
penanaman harus disterilkan dahulu menggunakan alkohol atau
formalin.Selanjutnya eksplan disterilkan menggunakan larutan hipoklorit
dan dipotong-potong kecil kemudian diinokulasi dalam media tanam.
Eksplan dalam media kultur ini kemudian dipelihara di dalam ruangan
aseptis yang terkontrol lingkungan fisiknya.
- Tahap subkultur
Pada tahap ini dilakukan pemindahan eksplan ke dalam media tanam yang
baru.Komposisi hormone dalam media tanam yang digunakan untuk
subkultur. Eksplan yang ditumbuhkan dalam media yang diberi hormon
auksin (contoh IAA, NAA, dan 2,4D) atau sitokinin (contoh BAP dan
kinetin) saja biasanya akan tumbuh menjadi kalus. Kalus adalah massa sel
yang tidak terdiferensiasi. Apabila kalus ditumbuhkan dalam media yang
diberi hormon auksin dan hormon sitokinin yang seimbang maka akan
terjadi diferensiasi organ tubuh dan terbentuklah individu baru.
- Tahap aklimatisasi
Bibit tanaman yang dihasilkan dari teknik kultur jaringan berupa
tumbuhan yang berukuran kecil yang disebut plantlet. Plantlet harus
diaklimatisasi sebelum ditanam di lahan tanam.Aklimatisasi dilakukan
agar plantlet beradaptasi dengan lingkungannya yang baru.Plantlet
ditanam dalam polybag dan diletakkan di tempat yang teduh. Seiring
dengan pertumbuhannya, intensitas cahaya yang mengenai tanaman hasil
kultur ditambah.
Berikut tahapan-tahapan dalam teknik kultur jaringan.
Eksplan difertilisasi kemudian dicuci dengan air steril.
Eksplan ditanam pada media yang terbuat dari agar-agar dilengkapi dengan unsur makro dan mikro.
Setelah ditanam, eksplan diletakkan di ruangan yang terkontrol suhu dan penyinarannya.
Dilakukan beberapa kali subkultur sampai eksplan tumbuh menjadi plantlet.
Plantlet dikeluarkan dari botol dan akar dibersihkan dari agar-agar dengan air bersih.
Plantlet ditanam ke dalam pot-pot kecil dan di tempat yang tak terkena sinar matahari langsung.
Setelah plantlet tumbuh kuat, plantlet secara perlahan-lahan dipindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari secara langsung.
Gambar teknik kultur jaringan pada anggrek.
Semua peralatan dan kegiatan yang dilakukan dalam kultur jaringan
harus aseptik agar bagian tanaman yang dikultur bisa tumbuh menjadi
individu baru. Jika tidak, maka akan terjadi kontaminasi. Jamur atau
bakteri mudah tumbuh di dalam media tanam yang mengakibatkan eksplan
menjadi rusak.
Beberapa teknik kultur jaringan sebagai berikut.
- Kultur meristem, eksplan yang digunakan berupa jaringan meristem.
- Kultur pollen atau kultur anther, eksplan yang digunakan berupa putik atau benang sari.
- Kultur protoplas, eksplan berupa protoplas.
- Kulutur kloroplas, eksplan berupa kloroplas dan biasanya digunakan untuk fusi protoplasma.
- Fusi protoplas, teknik menggabungkan dua protoplas sehingga dihasilkan tanaman dengan sifat yang baru.
Anda telah mengetahui beberapa teknik dalam kultur jaringan.
Penerapan teknik kultur jaringan tersebut dilakukan untuk tujuan-tujuan
berikut.
- Menghasilkan tanaman dalam jumlah besar dalam lahan yang tidak terlalu keras dan dalam waktu yang singkat.
- Menghasilkan tanaman yang bebas penyakit.
- Menghasilkan varietas tanaman baru dengan teknik fusi protoplas.
- Melestarikan jenis tanaman yang sudah langka.
- Mempertahankan sifat-sifat tanaman induk.
Keberhasilan kultur jaringan ditentukan oleh beberapa faktor berikut.
- Sumber eksplan.
- Komposisi senyawa kimia dalam media tanam.
- Kondisi fisik, missal cahaya, suhu, kelembaban, pH, dan kepadatan media.
- Kondisi kultur yang steril.