8 Jan 2014

SEJARAH PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

A.    Sejarah Lahirnya Pancasila sebagai Dasar Negara

Kedudukan pokok Pancasila bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)adalah sebagai dasar negara. Pernyataan demikian berdasarkan ketemtuan Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan sebagai berikut :…”maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusywaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Kata “berdasarkan” tersebut secara jelas menyatakan bahwa Pancasila merupakan dasar dari NKRI.  Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara ini merupakan kedudukan yuridis formal oleh karena tertuang dalam ketentuan hukum negara, dalam hal ini UUD 1945 pada Pembukaan Alenia IV. Secara historis pula dinyatakan bahwa Pancasila yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa (the founding fathers)  itu dimaksudkan untuk menjadi dasarnya Indonesia merdeka.
Pancasila sebagai dasar negara mengandung makna bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi dasar atau pedoman bagi penyelenggaraan bernegara. Pancasila sebagai dasar negara berarti nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman normatif  bagi penyelenggaraan bernegara.
Konsekuensi dari rumusan demikian berarti seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan pemerintah negara Indonesia termasuk peraturan perundang-undangan merupakan pencerminan dari nilai-nilai Pancasila. Penyelenggaraan bernegara mengacu dan memiliki tolok ukur, yaitu tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai Ketuhanan, nilai Kemanusiaan, nilai Persatuan, nilai Kerakyatan, dan nilai Keadilan.[1]

B.        Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

Ideologi berasal dari kata ideo artinya cita-cita,gagasan,konsep pengertian dasar, cita-cita. dan logy berarti: pengetahuan, ilmu dan paham. Dalam pengertian sehari-hari, idea disamakan artinya dengan “cita-cita”. Cita-cita yang dimaksud adalah cita-cita yang bersifat tetap yang harus dicapai sehingga cita-cita itu sekaligus merupakan dasar atau pandangan/paham. Hubungan manusia dan cita-ctanya disebut dengan ideologi. Ideologi berisi seperangkat nilai, dimana nilai-nilai itu menjadi cita-citanya atau manusia bekerja dan bertindak untuk mencapai nilai-nilai tersebut. Ideologi yang pada mulanya berisi seperangkat gagasan, dan cita-cita berkembang secara luas menjadi suatu paham menngenai seperangkat nilai atau pemikiran yang dipegang oleh seseorang atau sekelompok orang untuk menjadi pegangan hidup.
Adapun ideologi negara itu ternasuk dalam golongan pengetahuan sosial, dan tepatnya dapat digolongkan kedalam ilmu politik atau political sciences sebagai anak cabangnya. Bila kita terapakan rumusan ini pada Pancasila dengan definisi-definisi filsafat dapat kita simpulkan, maka Pancasila itu ialah hasil usaha pemikiran manusia untuk mencari kebenaran, kemudian sampai mendekati atau menggangggap suatu kesanggupan yang digenggamnya seirama dengan ruang dan waktu. Hasil pemikiran manusia Indonesia yang sungguh-sungguh secara sistematis radikal itu kemudian dituangkan dalam suatu rangkaian kalimat yang mengandung satu pemikiran yang bermakna bulat dan utuh untuk dijadikan dasar, asas dan pedoman atau norma hidup dan kehidupan bersama dalam rangka perumusan satu negara Indonesia merdeka, yang diberi nama  Pancasila.[2]

C.        Cita- Cita, Tujuan dan Visi Negara Indonesia

Bangsa Indonesia bercita-cita mewujudkan negara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dengan rumusan singkat, negara Indonesia bercita-cita  mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Hal ini sesuai dengan amanat dalam Alenia II Pembukaan UUD 1945 yaitu negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur.
Tujuan Negara Indonesia selanjutnya terjabar dalam alenia IV Pembukaan UUD 1945. Secara rinci sbagai berikut :
  1. Melindungi seganap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
  2. Memajukan kesejahteraan umum.
  3. Mencerdaskan Kehidupan bangsa.
  4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial
Adapun visi bangsa Indonesia adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai , demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertakwa dan berahklak mulia, cita tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, mengausai ilmu pengetahuandan teknologi, serta memiliki etos kerja yang tinggi serta berdisiplin.
Ideologi dan dasar negara kita adalah Pancasila. Pancasila terdiri dari limasila. Kelima sila itu adalah: Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusayawaratan perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk mengetahui latar belakang atau sejarah Pancasila dijadikan ideologi atau dasar negara coba baca teks Proklamasi berikut ini.[3]
Sebelum tanggal 17 Agustus bangsaIndonesiabelum merdeka. BangsaIndonesiadijajah oleh bangsa lain. Banyak bangsa-bangsa lain yang menjajah atau berkuasa diIndonesia, misalnya bangsa Belanda, Portugis, Inggris, dan Jepang. Paling lama menjajah adalah bangsa Belanda. Padahal sebelum kedatangan penjajah bangsa asing tersebut, di wilayah negara RI terdapat kerajaan-kerajaan besar yang merdeka, misalnya Sriwijaya, Majapahit, Demak, Mataram,Ternate, dan Tidore. Terhadap penjajahan tersebut, bangsaIndonesiaselalu melakukan perlawanan dalam bentuk perjuangan bersenjata maupun politik.
Perjuangan bersenjata bangsaIndonesia dalam mengusir penjajah.
Dalam hal ini, Belanda, sampai dengan tahun 1908 boleh dikatakan selalu mengalami kegagalan.
Penjajahan Belanda berakhir pada tahun 1942, tepatnya tanggal 8 Maret.
Sejak saat ituIndonesiadiduduki oleh bala tentara Jepang. Namun Jepang tidak terlalu lama mendudukiIndonesia. Mulai tahun 1944, tentara Jepang mulai kalah dalam melawan tentara Sekutu. Untuk menarik simpati bangsaIndonesiaagar bersedia membantu Jepang dalam melawan tentara Sekutu, Jepang memberikan janji kemerdekaan di kelak kemudian hari. Janji ini diucapkan oleh Perdana Menteri Kaiso pada tanggal7 September 1944. Oleh karena terus menerus terdesak, maka pada tanggal 29 April 1945 Jepang memberikan janji kemerdekaan yang kedua kepada bangsa Indonesia, yaitu janji kemerdekaan tanpa syarat yang dituangkan dalam Maklumat Gunseikan (Pembesar Tertinggi Sipil dari Pemerintah Militer Jepang di Jawa dan Madura).
Dalam maklumat itu sekaligus dimuat dasar pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Tugas badan ini adalah menyelidiki dan mengumpulkan usul-usul untuk selanjutnya dikemukakan kepada pemerintah Jepang untuk dapat dipertimbangkan bagi kemerdekaanIndonesia.[4]
Keanggotaan badan ini dilantik pada tanggal 28 Mei 1945, dan mengadakan sidang pertama pada tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945. Dalam sidang pertama ini yang dibicarakan khusus mengenai calon dasar negara untukIndonesiamerdeka nanti. Pada sidang pertama itu, banyak anggota yang berbicara, dua di antaranya adalah Muhammad Yamin dan Bung Karno, yang masing-masing mengusulkan calon dasar negara untukIndonesiamerdeka. Muhammad Yamin mengajukan usul mengenai dasar negara secara lisan yang terdiri ataslimahal, yaitu:
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat
Selain itu Muhammad Yamin juga mengajukan usul secara tertulis yang juga terdiri atas lima hal, yaitu:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Persatuan Indonesia
3. Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan,
dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Usulan ini diajukan pada tanggal 29 Mei 1945, kemudian pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mengajukan usul mengenai calon dasar negara yaiyu:
1. Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia)
2. Internasionalisme (Perikemanusiaan)
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang Berkebudayaan
Kelima hal ini oleh Bung Karno diberi nama Pancasila.
Lebih lanjut Bung Karno mengemukakan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas menjadi Trisila, yaitu:
1. Sosio nasionalisme
2. Sosio demokrasi
3. Ketuhanan
Berikutnya tiga hal ini menurutnya juga dapat diperas menjadi Ekasila yaitu Gotong Royong.
Selesai sidang pertama, pada tanggal 1 Juni 1945 para anggota BPUPKI sepakat untuk membentuk sebuah panitia kecil yang tugasnya adalah menampung usul-usul yang masuk dan memeriksanya serta melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan mengajukan usul secara tertulis paling lambat sampai dengan tanggal 20 Juni 1945. Adapun anggota panitia kecil ini terdiri atas delapan orang, yaitu:
1. Ir. Soekarno
2. Ki Bagus Hadikusumo
3. K.H. Wachid Hasjim
4. Mr. Muh. Yamin
5. M. Sutardjo Kartohadikusumo
6. Mr. A.A. Maramis
7. R. Otto Iskandar Dinata
8. Drs. Muh. Hatta
Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil, dengan para anggota BPUPKI yang berdomisili di Jakarta.
Hasil yang dicapai antara lain disetujuinya dibentuknya sebuah Panitia Kecil Penyelidik Usul-Usul/Perumus Dasar Negara, yang terdiri atas sembilan orang, yaitu:
1.Ir.Soekarno.
2. Drs. Muh. Hatta.
3. Mr. A.A. Maramis..
4. K.H. Wachid Hasyim.
5. Abdul Kahar Muzakkir.
6. Abikusno Tjokrosujoso.
7. H. Agus Salim.
8. Mr. Ahmad Subardjo.
9. Mr. Muh. Yamin.
Panitia Kecil yang beranggotakan sembilan orang ini pada tanggal itu juga melanjutkan sidang dan berhasil merumuskan calon Mukadimah Hukum Dasar, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan “Piagam Jakarta”.
Dalam sidang BPUPKI kedua, tanggal 10-16 juli 1945, hasil yang dicapai adalah merumuskan rancangan Hukum Dasar. Sejarah berjalan terus. Pada tanggal 9 Agustus dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, dan sejak saat itu Indonesia kosong dari kekuasaan. Keadaan tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pemimpin bangsa Indonesia, yaitu dengan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 1945. Sehari setelah proklamasi kemerdekaan PPKI mengadakan sidang, dengan acara utama (1) mengesahkan rancangan Hukum Dasar dengan preambulnya (Pembukaannya) dan (2) memilih Presiden dan Wakil Presiden.
Untuk pengesahan Preambul, terjadi proses yang cukup panjang. Sebelum mengesahkan Preambul, Bung Hatta terlebih dahulu mengemukakan bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 sore hari, sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan.Ada utusan dariIndonesia bagian timur yang mengutusnya.
Intinya, rakyat Indonesia bagian Timur mengusulkan agar pada alinea keempat preambul, di belakang kata “ketuhanan” yang berbunyi “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dihapus. Jika tidak maka rakyatIndonesiabagian Timur lebih baik memisahkan diri dari negara RI yang baru saja diproklamasikan. Usul ini oleh Muh. Hatta disampaikan kepada sidang pleno PPKI, khususnya kepada para anggota tokoh-tokoh Islam, antara lain kepada Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wakhid Hasyim dan Teuku Muh. Hasan. Muh. Hatta berusaha meyakinkan tokoh-tokoh Islam, demi persatuan dan kesatuan bangsa.

2. Selaku Ideologi Nasional, Pancasila Memiliki Beberapa Dimensi :

a. Dimensi Idealitas artinya ideologi Pancasila mengandung harapan-harapan dan cita-cita di berbagai bidang kehidupan yang ingin dicapai masyarakat.
b. Dimensi Realitas artinya nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat penganutnya, yang menjadi milik mereka bersama dan yang tak asing bagi mereka.
c. Dimensi normalitas artinya Pancasila mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakatnya yang berupa norma-norma atauran-aturan yang harus dipatuhi atau ditaati yang sifatnya positif.
d. Dimensi Fleksilibelitas artinya ideologi Pancasila itu mengikuti perkembangan jaman, dapat berinteraksi dengan perkembangan jaman, dapat mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, bersifat terbuka dan demokratis.
Pancasila dan kelima silanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh, sehingga pemahaman dan pengalamannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya.


Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengandung nilai sprituil yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME sehingga atheis tidak berhak hidup di bumi Indonesia.
Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, mengandung nilai satu derajat, sama hak dan kewajiban, serta bertoleransi dan saling mencintai.
Sila Persatuan Indonesia, mengandung nilai kebersamaan, bersatu dalam memerangi penjajah dan bersatu dalam mengembangkan negara Indonesia.
Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat atau demokrasi yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang rill dan wajar.
Sila Keadiilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengandung sikap adil, menghormati hak orang lain dan bersikap gotong royong yang menjadi kemakmuran masyarakat secara menyeluruh dan merata.

[1] Winarno, S.PD, M.Si, Paradigma Baru : Pendidikan Kewarganegaraan. Bumi Aksara. Jakarta : 2007.
[2] Winarno, S.PD, M.Si, Paradigma Baru : Pendidikan Kewarganegaraan. Bumi Aksara. Jakarta : 2007
[4] Saafroedin Bahar (ed). (1992) Risalah Sidang BPUPKI-PPKI 29 Mei 1945-19 Agustus 1945. Edisi kedua.Jakarta:SetNegRI
Kedudukan pokok Pancasila bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)adalah sebagai dasar negara. Pernyataan demikian berdasarkan ketemtuan Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan sebagai berikut :…”maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusywaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Kata “berdasarkan” tersebut secara jelas menyatakan bahwa Pancasila merupakan dasar dari NKRI.  Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara ini merupakan kedudukan yuridis formal oleh karena tertuang dalam ketentuan hukum negara, dalam hal ini UUD 1945 pada Pembukaan Alenia IV. Secara historis pula dinyatakan bahwa Pancasila yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa (the founding fathers)  itu dimaksudkan untuk menjadi dasarnya Indonesia merdeka.
Pancasila sebagai dasar negara mengandung makna bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi dasar atau pedoman bagi penyelenggaraan bernegara. Pancasila sebagai dasar negara berarti nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman normatif  bagi penyelenggaraan bernegara.
Konsekuensi dari rumusan demikian berarti seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan pemerintah negara Indonesia termasuk peraturan perundang-undangan merupakan pencerminan dari nilai-nilai Pancasila. Penyelenggaraan bernegara mengacu dan memiliki tolok ukur, yaitu tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai Ketuhanan, nilai Kemanusiaan, nilai Persatuan, nilai Kerakyatan, dan nilai Keadilan.[1]

B.        Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

Ideologi berasal dari kata ideo artinya cita-cita,gagasan,konsep pengertian dasar, cita-cita. dan logy berarti: pengetahuan, ilmu dan paham. Dalam pengertian sehari-hari, idea disamakan artinya dengan “cita-cita”. Cita-cita yang dimaksud adalah cita-cita yang bersifat tetap yang harus dicapai sehingga cita-cita itu sekaligus merupakan dasar atau pandangan/paham. Hubungan manusia dan cita-ctanya disebut dengan ideologi. Ideologi berisi seperangkat nilai, dimana nilai-nilai itu menjadi cita-citanya atau manusia bekerja dan bertindak untuk mencapai nilai-nilai tersebut. Ideologi yang pada mulanya berisi seperangkat gagasan, dan cita-cita berkembang secara luas menjadi suatu paham menngenai seperangkat nilai atau pemikiran yang dipegang oleh seseorang atau sekelompok orang untuk menjadi pegangan hidup.
Adapun ideologi negara itu ternasuk dalam golongan pengetahuan sosial, dan tepatnya dapat digolongkan kedalam ilmu politik atau political sciences sebagai anak cabangnya. Bila kita terapakan rumusan ini pada Pancasila dengan definisi-definisi filsafat dapat kita simpulkan, maka Pancasila itu ialah hasil usaha pemikiran manusia untuk mencari kebenaran, kemudian sampai mendekati atau menggangggap suatu kesanggupan yang digenggamnya seirama dengan ruang dan waktu. Hasil pemikiran manusia Indonesia yang sungguh-sungguh secara sistematis radikal itu kemudian dituangkan dalam suatu rangkaian kalimat yang mengandung satu pemikiran yang bermakna bulat dan utuh untuk dijadikan dasar, asas dan pedoman atau norma hidup dan kehidupan bersama dalam rangka perumusan satu negara Indonesia merdeka, yang diberi nama  Pancasila.[2]

C.        Cita- Cita, Tujuan dan Visi Negara Indonesia

Bangsa Indonesia bercita-cita mewujudkan negara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dengan rumusan singkat, negara Indonesia bercita-cita  mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Hal ini sesuai dengan amanat dalam Alenia II Pembukaan UUD 1945 yaitu negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur.
Tujuan Negara Indonesia selanjutnya terjabar dalam alenia IV Pembukaan UUD 1945. Secara rinci sbagai berikut :
  1. Melindungi seganap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
  2. Memajukan kesejahteraan umum.
  3. Mencerdaskan Kehidupan bangsa.
  4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial
Adapun visi bangsa Indonesia adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai , demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertakwa dan berahklak mulia, cita tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, mengausai ilmu pengetahuandan teknologi, serta memiliki etos kerja yang tinggi serta berdisiplin.
Ideologi dan dasar negara kita adalah Pancasila. Pancasila terdiri dari limasila. Kelima sila itu adalah: Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusayawaratan perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk mengetahui latar belakang atau sejarah Pancasila dijadikan ideologi atau dasar negara coba baca teks Proklamasi berikut ini.[3]
Sebelum tanggal 17 Agustus bangsaIndonesiabelum merdeka. BangsaIndonesiadijajah oleh bangsa lain. Banyak bangsa-bangsa lain yang menjajah atau berkuasa diIndonesia, misalnya bangsa Belanda, Portugis, Inggris, dan Jepang. Paling lama menjajah adalah bangsa Belanda. Padahal sebelum kedatangan penjajah bangsa asing tersebut, di wilayah negara RI terdapat kerajaan-kerajaan besar yang merdeka, misalnya Sriwijaya, Majapahit, Demak, Mataram,Ternate, dan Tidore. Terhadap penjajahan tersebut, bangsaIndonesiaselalu melakukan perlawanan dalam bentuk perjuangan bersenjata maupun politik.
Perjuangan bersenjata bangsaIndonesia dalam mengusir penjajah.
Dalam hal ini, Belanda, sampai dengan tahun 1908 boleh dikatakan selalu mengalami kegagalan.
Penjajahan Belanda berakhir pada tahun 1942, tepatnya tanggal 8 Maret.
Sejak saat ituIndonesiadiduduki oleh bala tentara Jepang. Namun Jepang tidak terlalu lama mendudukiIndonesia. Mulai tahun 1944, tentara Jepang mulai kalah dalam melawan tentara Sekutu. Untuk menarik simpati bangsaIndonesiaagar bersedia membantu Jepang dalam melawan tentara Sekutu, Jepang memberikan janji kemerdekaan di kelak kemudian hari. Janji ini diucapkan oleh Perdana Menteri Kaiso pada tanggal7 September 1944. Oleh karena terus menerus terdesak, maka pada tanggal 29 April 1945 Jepang memberikan janji kemerdekaan yang kedua kepada bangsa Indonesia, yaitu janji kemerdekaan tanpa syarat yang dituangkan dalam Maklumat Gunseikan (Pembesar Tertinggi Sipil dari Pemerintah Militer Jepang di Jawa dan Madura).
Dalam maklumat itu sekaligus dimuat dasar pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Tugas badan ini adalah menyelidiki dan mengumpulkan usul-usul untuk selanjutnya dikemukakan kepada pemerintah Jepang untuk dapat dipertimbangkan bagi kemerdekaanIndonesia.[4]
Keanggotaan badan ini dilantik pada tanggal 28 Mei 1945, dan mengadakan sidang pertama pada tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945. Dalam sidang pertama ini yang dibicarakan khusus mengenai calon dasar negara untukIndonesiamerdeka nanti. Pada sidang pertama itu, banyak anggota yang berbicara, dua di antaranya adalah Muhammad Yamin dan Bung Karno, yang masing-masing mengusulkan calon dasar negara untukIndonesiamerdeka. Muhammad Yamin mengajukan usul mengenai dasar negara secara lisan yang terdiri ataslimahal, yaitu:
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat
Selain itu Muhammad Yamin juga mengajukan usul secara tertulis yang juga terdiri atas lima hal, yaitu:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Persatuan Indonesia
3. Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan,
dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Usulan ini diajukan pada tanggal 29 Mei 1945, kemudian pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mengajukan usul mengenai calon dasar negara yaiyu:
1. Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia)
2. Internasionalisme (Perikemanusiaan)
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang Berkebudayaan
Kelima hal ini oleh Bung Karno diberi nama Pancasila.
Lebih lanjut Bung Karno mengemukakan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas menjadi Trisila, yaitu:
1. Sosio nasionalisme
2. Sosio demokrasi
3. Ketuhanan
Berikutnya tiga hal ini menurutnya juga dapat diperas menjadi Ekasila yaitu Gotong Royong.
Selesai sidang pertama, pada tanggal 1 Juni 1945 para anggota BPUPKI sepakat untuk membentuk sebuah panitia kecil yang tugasnya adalah menampung usul-usul yang masuk dan memeriksanya serta melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan mengajukan usul secara tertulis paling lambat sampai dengan tanggal 20 Juni 1945. Adapun anggota panitia kecil ini terdiri atas delapan orang, yaitu:
1. Ir. Soekarno
2. Ki Bagus Hadikusumo
3. K.H. Wachid Hasjim
4. Mr. Muh. Yamin
5. M. Sutardjo Kartohadikusumo
6. Mr. A.A. Maramis
7. R. Otto Iskandar Dinata
8. Drs. Muh. Hatta
Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil, dengan para anggota BPUPKI yang berdomisili di Jakarta.
Hasil yang dicapai antara lain disetujuinya dibentuknya sebuah Panitia Kecil Penyelidik Usul-Usul/Perumus Dasar Negara, yang terdiri atas sembilan orang, yaitu:
1.Ir.Soekarno.
2. Drs. Muh. Hatta.
3. Mr. A.A. Maramis..
4. K.H. Wachid Hasyim.
5. Abdul Kahar Muzakkir.
6. Abikusno Tjokrosujoso.
7. H. Agus Salim.
8. Mr. Ahmad Subardjo.
9. Mr. Muh. Yamin.
Panitia Kecil yang beranggotakan sembilan orang ini pada tanggal itu juga melanjutkan sidang dan berhasil merumuskan calon Mukadimah Hukum Dasar, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan “Piagam Jakarta”.
Dalam sidang BPUPKI kedua, tanggal 10-16 juli 1945, hasil yang dicapai adalah merumuskan rancangan Hukum Dasar. Sejarah berjalan terus. Pada tanggal 9 Agustus dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, dan sejak saat itu Indonesia kosong dari kekuasaan. Keadaan tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pemimpin bangsa Indonesia, yaitu dengan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 1945. Sehari setelah proklamasi kemerdekaan PPKI mengadakan sidang, dengan acara utama (1) mengesahkan rancangan Hukum Dasar dengan preambulnya (Pembukaannya) dan (2) memilih Presiden dan Wakil Presiden.
Untuk pengesahan Preambul, terjadi proses yang cukup panjang. Sebelum mengesahkan Preambul, Bung Hatta terlebih dahulu mengemukakan bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 sore hari, sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan.Ada utusan dariIndonesia bagian timur yang mengutusnya.
Intinya, rakyat Indonesia bagian Timur mengusulkan agar pada alinea keempat preambul, di belakang kata “ketuhanan” yang berbunyi “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dihapus. Jika tidak maka rakyatIndonesiabagian Timur lebih baik memisahkan diri dari negara RI yang baru saja diproklamasikan. Usul ini oleh Muh. Hatta disampaikan kepada sidang pleno PPKI, khususnya kepada para anggota tokoh-tokoh Islam, antara lain kepada Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wakhid Hasyim dan Teuku Muh. Hasan. Muh. Hatta berusaha meyakinkan tokoh-tokoh Islam, demi persatuan dan kesatuan bangsa.

2. Selaku Ideologi Nasional, Pancasila Memiliki Beberapa Dimensi :

a. Dimensi Idealitas artinya ideologi Pancasila mengandung harapan-harapan dan cita-cita di berbagai bidang kehidupan yang ingin dicapai masyarakat.
b. Dimensi Realitas artinya nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat penganutnya, yang menjadi milik mereka bersama dan yang tak asing bagi mereka.
c. Dimensi normalitas artinya Pancasila mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakatnya yang berupa norma-norma atauran-aturan yang harus dipatuhi atau ditaati yang sifatnya positif.
d. Dimensi Fleksilibelitas artinya ideologi Pancasila itu mengikuti perkembangan jaman, dapat berinteraksi dengan perkembangan jaman, dapat mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, bersifat terbuka dan demokratis.
Pancasila dan kelima silanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh, sehingga pemahaman dan pengalamannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya.


Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengandung nilai sprituil yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME sehingga atheis tidak berhak hidup di bumi Indonesia.
Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, mengandung nilai satu derajat, sama hak dan kewajiban, serta bertoleransi dan saling mencintai.
Sila Persatuan Indonesia, mengandung nilai kebersamaan, bersatu dalam memerangi penjajah dan bersatu dalam mengembangkan negara Indonesia.
Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat atau demokrasi yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang rill dan wajar.
Sila Keadiilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengandung sikap adil, menghormati hak orang lain dan bersikap gotong royong yang menjadi kemakmuran masyarakat secara menyeluruh dan merata.

[1] Winarno, S.PD, M.Si, Paradigma Baru : Pendidikan Kewarganegaraan. Bumi Aksara. Jakarta : 2007.
[2] Winarno, S.PD, M.Si, Paradigma Baru : Pendidikan Kewarganegaraan. Bumi Aksara. Jakarta : 2007
[4] Saafroedin Bahar (ed). (1992) Risalah Sidang BPUPKI-PPKI 29 Mei 1945-19 Agustus 1945. Edisi kedua.Jakarta:SetNegRI

12 Dec 2013

kumpulan pantun budi pekerti

Pantun nasihat / Pantun budi PDF Print E-mail
Written by Samprizal Selamat   


1.
Mudik ke hulu dengan kolek
Kolek buatan orang muara
Baik kelakuan berperangai molek
Jadi sebutan umat manusia

2.
Hanya jauhari kenal manikam
Batu manikam bersinar terang
Jikalau hati kesumat dendam
Jiwa tak tenteram berwajah walang

3.
Kalau ingin mengukur meja,
Guna sesiku bergaris dua;
Kalau langit berarak mega
Tanda waktu Maghrib nak tiba.

4.
Pakai terendak buatan tangan,
Untuk berlindung panasnya suria;
Sayangkan anak tangan-tangankan,
Sayangkan ibu lekaslah berdoa

5.
Asam kandis dalam tempayan
Kulit lokan jatuh di halaman
Wajah yang manis nampak rupawan
Maniskan lagi dengan senyuman

6.
Kukur kelapa buatan tangan,
Ditempa dari besi yang waja;
Syukur dan pasrah ke hadrat Tuhan,
Mencantikkan wajah mengelokkan jiwa.

7.
Kuda-kuda kayu meranti,
Dipahat dengan kayu tualang;
Berasa-rasa gagah di hati,
Mahu menjadi anak cemerlang

8.
Jika mahu melicinkan papan,
Guna keketam bermata tajam;
Apa guna berwajah tampan,
Jika hati bertitik hitam

9.
Terdengar ngauman anak singa,
Cepat-cepat pulang ke rumah;
Jangan memancing dalam belanga
Perlakuan khianat sifat mazmumah

10.
Lauk santapan sayur berduri,
Kala memetik berhati-hati;
Sauk air mandikan diri,*
Tidak mengharap belas simpati

11.
Jika mahu menanam padi,
Kuku kambing alatan utama;
Jangan lokek menabur budi,
Budi baik mengelokkan nama.

12.
Tok Batin membawa sumpit,
Memegang damak sambil ketawa;
Jika hidup terasa sempit,
Segera berdoa lapangkan jiwa.

13.
Segar sekali air telaga,
Dingin dan jernih segarkan diri;
Teguklah air hilangkan dahaga,
Tuanglah dari sebuah kendi.

14.
Para pahlawan ke medan juang,
Menggalas busur menjulang panji;
Pilihlah kawan berjiwa cemerlang,
Agar menyusul minda bestari.

15.
Petani gembira membajak tanah,
Tenggala besar ditarik kerbau;
Murah senyuman bersikap ramah,
Penawar terbaik hati nan galau.

16.
Pinang mana mahu dikacip,
Pinang lemak pohonnya tinggi;
Hati siapa berasa sakit,
Ampun maaf saya pohoni.

17.
Mari melancong ke negeri Melaka,
Bersiar-siar dengan pedati;
Pertahan sungguh negeri merdeka,
Sanggup berjuang hingga ke mati

18.
Simpan pekasam dalam guri,
Tempayan menadah air sembahyang;
Selagi tak hilang langit dan bumi,
Iman saya tidaklah goyang.

19.
Ayam jantan bermata rabun,
Tajinya patah cuba berlari;
Cantiknya baldu bunga setimbun,
Tidakkan tahan pakai sehari.

20.
Sepagi-pagi berasa sayu,
Manis serbat pengubat pedas;
Segak sekali pahlawan Melayu,
Keris bersisip capal beralas.

21.
Menjebak burung di pohon selasih,
Beberapa batas rumpunan temu;
Pandai-pandailah berterima kasih,
Kepada guru yang memberi ilmu.

22.
Datuk menteri jamah eepok,
Sagun rumbia dimakan sama;
Ilmu dipelajari tidakkan lapuk,
Sejuta tahun tetap berguna.

23.
Jika mahu membeli tas,
Pilihlah dari kulit buaya;
Jika mahu kekal di atas,
Jangan lupa orang bawahnya.

24.
Bersantap cekodok di waktu pagi,
Sambil minum kopi panas;
Daripada duduk di kedai kopi,
baik menanam kunyit lengkuas.

25.
Cenderamata dari Acheh,
Dibeli dari Desa Sentosa;
Mari kita bertambat kasih,
Cubit yang kiri kananpun terasa.

26
Beratur ke musala memakai cakiah,
Sambil berjalan tasbih di tangan;
Suburkan harta dengan sedekah,
Tanda bersyukur kepada Tuhan.

27.
Kalau kebun banyak tupai,
Ambil senapang petik picunya;
Kalau berasa kurang pandai,
Carilah guru tuntut ilmunya

28.
Keris Semenanjung berhulu gading,
Gading gajah dari Sumatera;
Menuntut ilmu sangatlah penting,
Untuk sempurna akhirat dan dunia.

29.
Jangan berebut cangkir di taman,
Nanti taman bertaburan kaca;
Jangan kedekut mengukir senyuman,
Satu senyuman mengubat derita

30.
Membuai dondangan di bawah pohon,
Endoi diikat tali sutera;
Dalam hati sentiasa memohon,
Ampun dan rahmat dari yang Esa.

31.
Kera lotong juga siamang,
Makan pisang habis bergelimpang;
Jangan laksana si umang-umang,
Di mana sarang udang di situ menumpang
32.
Hari raya sudah menjelma,
Hampar ambal sambut tetamu;
Sayang diberi kasih diterima,
Bersungguh rasa bukannya semu

33.
Kuih ketayap berwarna hijau,
Dihidang dengan sekole susu;
Ubat mustajab hati yang galau,
Zikir dan tawakal sudahlah tentu.

34.
Pukul tabuh pukul rebana,
Raja berdaulah di singgahsana;
Apabila subuh muncul waktunya,
Rukuk dan sujudlah kepada yang Esa.

35.
Sedulang rebung saya kunyiti,
Menjerang air bersama pari;
Sembilan gunung saya tangisi,
Mengenang dosa setiap hari.

36.
Cuaca panas rasa dahaga,
Minum sekole nira kelapa;
Sanggup serahkan jiwa dan raga,
Demi negara tidak mengapa.

37.
Algojo bertubuh sasa,
Pada tangannya memegang cemeti;
Jangan sesekali berbuat dosa,
Kalau tidak betah panasnya api.

38.
Cantik sungguh tiara puteri,
Bertatah emas intan permata;
Cantik sungguh bahasaku ini,
Molek didengar indah dikata.

39.
Sibuk sungguh orang kampung,
Berlapik tungku menanak nasi;
Jangan membuka dada berpekung,
Simpan aibmu usah mencaci.

40.
Kacak sungguh anak teruna,
Berjubah hitam ketayap putih;
Jangan bertangguh urusan agama,
Sebelum berselimut kapan yang putih.

41.
Cantik sugguh roman adinda,
Beralis hitam bundarnya mata;
Apabila berbisik berjaga-jaga,
Jangan tersilap bertutur kata.

42.
Gantung kelambu tepi beranda,
Pintu beranda tidak berkunci;
Biar beribu datang menjelma,
Saya memilih yang baik budi.

43.
Anak pungguk terbang di sawah,
Sangkar dibina di tepi jalan;
Enak sungguh bersantap di rumah,
Air tangan ibu pemasak handalan

44.
Mata sepek dicakar beruang,
Jatuh pula di dalam kubang;
Dalam kopek ada wang,
Untuk membayar hutang piutang

45.
Peram pulut buat tapai,
Letak dengan daun pandan;
Memang hajat sudah tercapai,
Kecil tapak tangan nyiru ditadahkan

46.
Celapa digilap hingga berkilat,
Nampak bersinar tengah serambi,
Adat dipegang syariat diangkat;
Pegangan hidup orang berbudi.

47.
Bersantap pagi di medan selera,
Pramusaji ramah melayan;
Hati gembira tidak terkira,
Mencapai cita-cita dan juga impian.

48.
Cenderadurja dibalut rapi,
Isinya sehelai kain kembayat;
Sunguh teruja rasa di hati,
Tuhfat dikenang sepanjang hayat

50.
Datuk bersandar tepi beranda,
Opah pula menggobek pinang;
Untuk bergelar sebagai juara,
Usaha bersungguh malam dan siang.

51.
Berhati-hati meredah paya,
Pakai sepatu elakkan duri;
Berhati mulia setiap masa,
Budi pekerti pakaian diri.

52.
Jika hendak menanam ubi,
Tanam kemili di pinggir bukit;
Jika sudah membuat budi,
Jangan disebut diungkit-ungkit.

53.
Orang berbudi kita berbahasa,
asal diri jangan di alpa;
Berjuang bakti pada negara;
Jangan dilupa ibu dan bapa

54.
Kura-kura dalam perahu,
Anak sepat dalam belat;
Cura-cura perangai tak malu,
Hati kelam fikiran bejat.
55.
bawal dimakan kura-kura
lalu di sapa oleh si penyu
kawallah akan si cura-cura
kawal dengan menunduk nafsu

56.
Dalam bicara harus bercura
Agar terasa ramahnya tamu
Kalau berkata si cura-cura
Pandai-pandailah menyelit ilmu

57.
Buka peti di bawah alang,
buah catur sebutir hilang;
Jika hati berhiba walang,
carilah libur beroleh girang

58.
Daun salang enak rasanya,
Disambal dengan daun pegaga;
Hati walang ada penawarnya,
Seuntai tasbih penyeri jiwa.

58.
Bunga melati kembang setangkai,
Harum baunya tidak terperi;
Biarlah buruk kain dipakai,
Asalkan molek laku pekerti.

59.
Sundal malam putih melepak,
Baunya harum sampai ke pagi;
Jangan diikut perangai merak,
Mengembang ekor memuji diri.

60.
Mayang kepala belum kembang,
Ambil buluh menadah nira;
Andai usiamu semakin panjang,
Elakkan berbuat noda dan dosa.

61.
Toseh capati paratha dan dalca,
Santapan pagi mengalas tenaga;
Andai dirimu bermuram durja,
Rakan dicari penghibur lara.

62.
Si jalak mencari limbat,
Limbat disimpan dalam bakul;
Jangan berlengah meminta taubat,
Takut Izrail datang menyapa.

63.
Pohon inai bertunas baru,
Ambil pucuk digiling-giling;
Teruna kacak baiklah laku,
Dara yang lalu menjeling-jeling.

64.
Hari minggu pergi mengaji,
Mengaji balaghah dan juga nahu;
Jika ingin puji memuji,
Pujilah dengan nama Tuhanmu.

65.
Usah bermain di tengah hari,
Takut pitam di tepi padang;
Elok menyesal kesalahan diri,
Tanda dirimu berjiwa lapang.


66.
Ambil mangga kunci jendela,
Bimbang penyamun melompat masuk;
Sambil membaca bertasbih sama,
Jalan yang elok mencari khusyuk.


67.
Jika mahu ke pasar malam,
Kuatkan selak dengan tala;
Semoga dirimu jadi tenteram,
Agar selamat harta dan benda.


68.
Gepuh-gepuh pengancing selak,
Biar tenang waktu beradu;
Gapah gopoh sikap tak enak
Kusut-masai tidak menentu.


69.
Belantara luas jalan ke penghujung;
Carilah akar tempat berpaut;
Antara rumput ataupun gunung,
Aku memilih serumpun rumput.

70.
Hampas tebu jangan dibuang,
Bileh dibuat penggosok gigi;
Malas dan jemu perangai terlarang,
Amalan buruk orang merugi.
 
71.
Jeruk cili tidaklah pedas,
Pedasnya habis dimakan cuka;
Kemaruk di hati akan berbekas,
Jika tak kenal dosa pahala.

72.
Perbara tanah berbentuk bulat,
Tempat membakar kemenyan setanggi;
Sapalah dengan ucap selamat,
Romanmu cantik sopanmu tinggi.

73.
Pengantin segak berbaju melayu,
Singgah masjid bersolat zuhur;
Molek bergaya berwajah ayu,
Itulah gadis berbudi  luhur.

74.
Hutan nanas jangan diredah,
Banyak duri menusuk lengan;
Hati panas jangan diendah,
Nanti diri hilang pedoman.

75.
Kuaci bunga si matahari,
Kulit hitam isinya perang;
Benci pada si tinggi diri,
Ke sana ke mari merendahkan orang.

76.
Pena biru berdakwat basah,
Untuk menanda kertas periksa;
Bersama guru minda diasah,
Untuk bergelar budiman perkasa.

77.
Malam indah dengan purnama,
Jadi panduan belalang di taman;
Molek perangai indahkan nama,
Jadi sebutan zaman berzaman.


78.
Anak haruan mudik berenam,
Anak sepat masuk belat;
Sama mencecah hati kuman,
Cari sepakat bina muafakat.
79.
Basuh pelana jangan tergores
Besi mangga bawah kereta
Ayuh membina rasa altruis
Berkongsi bahagia berkongsi derita

80.
Mendaki hulu sampai puncaknya
Senyap selepas di balik punggur
Nabi terdahulu lanjak umurnya
Setiap nafas dipenuhi syukur

81.
Seroja bunga berkembang
Dalam kolam hidup subur
Menyusun kata jangan temberang
Nama membusuk ke lubang kubur

82.
Bunga kenanga berwarna kuning
Tinggi pohonnya di tengah hutan
Menyusun doa waktu yang bening
Menunduk nafsu jiwa dihambakan

 83. Sebelum kaki naik kerumah,
Ceboklah dulu air segayung;
Senyum itu tanda peramah;
Lambang pekerti diri yang agung.
 84.Rumah limas perabung lima,
Dihias dengan ukiran jati;
Resah dan cemas tidak terkira;
Kala mengenang kosongnya hati.
 85.Ayam selasih baru bertaji,
Beras melukut dicakar-cakar;
Terima kasih daun keladi;
Suluhan ilmu terus memancar.
 86. Kudup bunga tepian tanjung,
Tanjung berpasak kayu nan teras;
Hidup jangan angkuh dan sombong;
Berasing dengan antah dan beras.
 87.Duduk bersila mendengar gendang,
Sambil meniup serunai tembaga;
Biduk berlalu pada kiambang,
Tidak kan lama bertaut semula.
88.  Celana ketat jangan dipakai,
Nanti susah untuk melompat;
Akal singkat berlagak pandai,
Pabila ditanya apapun tak dapat.
 89.Rantai emas berkilau cahaya,
Doipadan dengan loket berlian;
Hidup di dunia hanya sementara,
Akhirat jua tempat tujuan.
90.  Sungguh sopan si anak gadis,
Duduk bertelut sambil bercanda;
Duduk bertimpuh dipandang manis,
Amalan lama jangan dilupa.
 91.Ramai tetamu datang kenduri,
Duduk bersila atas bebalai;
Jangan amalkan dengki dan iri,
Iri dan dengki buruk perangai.

Raga baldu berisi manggis,
Manggis putih berkulit merah;
Gaza menangis bukan bersedih,
Menangis gembira dilambai jannah.
Kuah soto sudah basi,
Boleh menjebak si rama-rama
PBB Nato juga OIC
Nama berbeza jahatnya sama.

Kemeja adinda belum berjahit,
Kemeja kekanda terlalu sempit;
Remaja Gaza berdarah syahid,
Remaja kita berdarah merempit.

Kelapa muda gugur di lata,
Kelapa tua berlonggok di raga;
Sejak kecil bermain senjata,
Anak Gaza rindukan syurga.

Kuarza ditapis dengan cuka,
Cahaya bersilau nampak persona;
Gaza menangis bukan berduka,
Tapi menangis melihat syurga.

Jangan mengungkit tika berbudi,
Budi bahasa tak jual beli;
Usah marahkan ulah Yahudi,
Kalahakan mereka dengan strategi.

Naga merah berbola api,
Bakul penuh bebola besi;
Gaza musnah takkan sekali,
Al Quds dibenteng tentera Ilahi.

Aduhai pemuda juga pemudi,
Jangan berleka sersenang hati;
Dari jauh bantuan diberi,
Pohon kemenangan Ilahi Rabbi.
 
 92.Pengantin berseri senyuman ceria,
Memakai subang emas yang tulen;
Lakarkan senyuman kala bersua,
Seteru menjauh silaturahim terjalin.
 

Belantara luas jalan ke penghujung
Carilah akar tenpat berpaut
Antara rumput ataupun gunung
Aku memilih serumpun rumput

Kumal lumut ditarah-tarah
Tangkai gayung patah hujungnya
Segemal rumput mencelah-celah
Puncak gunung nampak cantiknya

Dahan tualang batang bersilau
Setabung garam berikan puteri
Dari jauh terbentang menghijau
Gunung yang kusam bertukar seri 

Kata Kata Mutiara persahabatan

Kata Mutiara persahabatan - Kata Mutiara adalah banyak kategori nya, salah satu contoh nya adalah kata mutiara persahabatan sejati, perpisahan, persahabatan islamin, persahabatan yang pendek dan banyak lain nya kata mutiara terbaru 2013. Persahabatan memang sangat bagus, lebih daripada segala-galanya, melebihi cinta kita kita kepada sang pacar nya. Persahabatan butuh pengorbanan, bukan berarti mengerbonkan seperti pacaran dan juga jangan terlalu anda korbankan segala hal. Ok langsung saya di bawah ini saya kutip beberapa kata-kata Mutiara untuk persahabatan untuk anda yang sedang galau :P

Kata Kata Mutiara persahabatan Terbaru 2013
Kata Mutiara persahabatan
Google Image
Berikut Kata Kata Mutiara persahabatan Terbaru 2013
Sahabat adalah dia yang tahu kekuranganmu, tapi menunjukkan kelebihanmu. Dia yang tahu ketakutanmu, tapi menunjukkan keberanianmu.
Bersedih dengan orang yang tepat lebih baik daripada berbahagia dengan orang yang salah. Bijaklah dalam memilih sahabat.
Tak ada yang sempurna, sahabatpun pernah berbuat salah, tapi kamu selalu temukan sebuah alasan tuk maafkan mereka.
Sahabat adalah mereka yang mampu mengeluarkan kemampuan terbaik yang ada dalam diri kamu. Mereka yang selalu berimu semangat.
Sahabat itu seperti BINTANG, dia memang tak selalu terlihat, tapi kamu tahu dia selalu ada di sana.
Sahabat bukan mereka yang menghampirimu ketika butuh, namun mereka yg tetap bersamamu ketika seluruh dunia menjauh.
“Sahabat adalah seseorang yang datang ketika seluruh dunia meninggalkanmu”
“Sahabat layaknya pelangi yang mencerahkan hidupmu setelah kau berhasil melewati badai”
“Seorang sahabat bisa menatap matamu dengan tersenyum dan bertanya, “Ada apa”?”
“Sahabat yang baik adalah orang yang sangat kita percayai dan membuat kita tenang bersamanya. Dia menjadi tempat berbagi kelelahan, berbagi kesedihan dan tidak pernah menjual rahasia diri kita”
“Jika orang marah kepadamu 3x, tetapi ia tidak pernah berkata buruk tentang kamu, ambillah dia sebagai sahabat dekatmu”
“Persahabatan sulit dijelaskan dan tidak pernah dipelajari di sekolah. Namun, jika seseorang tidak berusaha mempelajari makna persahabatan, dia tidak dapat mempelajari apa-apa”
“Tiada yang lebih indah daripada kasih seorang sahabat, sahabat menaruh kasih di setiap waktu selalu ada dalam setiap kesukaran”
“Sahabat adalah dia yang tahu apa yang dia miliki ketika bersamamu, bukan dia yang menyadari siapa dirimu setelah dia kehilanganmu.”
“Sahabat adalah mereka yang tahu semua kekuranganmu, namun tetap memilih bersamamu ketika orang lain meninggalkanmu.”
“Ketika keadaan mengharuskan menangis maka menangislah, kerena menangis bukanlah tanda orang lemah”
“Sahabat adalah dia yang tahu kekuranganmu, tapi menunjukkan kelebihanmu. Dia yang tahu ketakutanmu, tapi menunjukkan keberanianmu.”
“Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya”


 Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinnya.

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Siapa yang ingin bersama kamu pada saat tiada satupun yang dapat kamu berikan??. Merekalah sahabat-sahabat kamu.

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari pada seribu teman yang mementingkan diri sendiri.
Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita. Ingatlah kapan terakhir kali kamu berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kamu??. Siapa yang mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai.



Pacar bisa saja putus, bahkan keluargapun bisa saling bermusuhan..

Tetapi tidak dengan sahabat, Sahabat tulus tanpa mengharapkan balasan, Tulus tanpa saling ingin menguasai sesama sahabatnya.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Hargai dan peliharalah selalu persahabatan kamu dengan mereka. Karena seorang sahabat bisa lebih dekat dari pada saudara kamu sendiri.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Kawan aku gak akan ada jika kau tak ada, karenamu aku menjadi berarti dan karenamu juga aku punya alasan untuk terus menatap masa depan, Dan tanpamu aku kosong kerena memang hanya engkau sahabat yang menjadikan diriku manusia lebih bermakna.

“Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya”

“Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya”

“Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya”

“Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah”

“Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian”

“Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya”

“Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah”

“Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama”

“Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya”

“Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian”

“Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya

kata kata mutiara kehidupan, cinta dan persahabatan

asbarsalim009.blogspot.com


Jangan pernah iri dengan apa yg orang lain miliki. Setiap orang punya masalahnya sendiri. Bersyukurlah untuk hidup ini.

Jika jalan hidupmu redup atau gelap maka buatlah cahayamu sendiri dan terangi jalanmu, jangan menunggu orang lain terangi jalanmu.

Segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan. Meski kadang kamu tak mengerti alasannya, tapi dia selalu memberimu sebuah pelajaran.

Belajarlah untuk berpikir besar, tapi berlatihlah juga untuk bahagia dengan hal-hal kecil.

Lakukanlah suatu karena itu memang baik untuk dilakukan, bukan karena apa yang akan kamu dapatkan.

Berhati-hatilah dalam berkata, karena setiap kata bisa berbeda makna dan pemahaman jika dikatakan pada kondisi yang berbeda pula.

Hal yang paling sulit adalah mengalahkan diri sendiri. Tapi itu bisa kamu mulai dengan memaafkan diri sendiri.

Jangan pernah merasa dirimu tak cukup baik, karena bagi seseorang, kamu adalah yg terbaik.

Banyak orang gagal karena terlalu percaya kepada sukses usahanya yang pertama

Ketika seseorang mengatakan hal yang buruk padamu. Sesungguhnya dia sedang menunjukkan bahwa dia tidak lebih baik darimu.

Jangan membandingkan dirimu dengan orang lain. Iri hati hanya membuat jiwamu gelisah. Jadi diri sendiri.

Saat ingin melakukan hal yang baik, berarti dan bermanfaat maka lakukanlah, jangan menunggu keraguan atau kesempatanmu menghilang

Tuhan, ubahlah mereka yang merendahkan kami menjadi orang yang membutuhkan kami. Amin

Wajah tampan itu hanyalah kulit wajah yang kebetulan bagus di masa muda. Mapan lebih menarik daripada tampan. Mario Teguh

Jangan membalas mereka yg membencimu. Tersenyum dan berbahagialah di depan mereka, tak ada yg lebih menyakiti mereka daripada itu.

Anda tidak bisa berharapan baik tentang masa depan, jika yang Anda lakukan bukan hal-hal yang berguna. Mario Teguh

Kata Mutiara Cinta

“Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.”

Carilah yang terbaik yang bisa kamu dapatkan, sekalipun jika itu berarti kamu harus mencarinya dari yang terburuk.

Cinta tak mungkin berkembang jika salah satu atau keduanya tak benar-benar tulus dari hatinya dalam mencintai

“Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi, jika kamu mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal di hatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.”

Tak ada salahnya menunggu, namun akan jauh lebih berarti waktumu jika digunakan untuk melakukan hal yang berarti sambil menunggu.

“Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.”

Meski harapanmu belum terwujud bukan berarti kamu tak layak. Positif dan yakinlah kamu akan dapatkan yang terbaik.

“Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing.”

Jangan membuang-buang waktumu tuk pria yang tidak jelas tujuan hidupnya!

“Aku bagaikan lilin yang telah meleleh saat kau panaskan api-api cinta di hidupku, namun aku akan menjadi dingin saat api-api itu akan padam dengan tiupan cintamu”

Cintamu bukanlah hanya untuk memiliki, tapi lebih untuk dimiliki seutuhnya selamanya. ~ Mario Teguh

“Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.”

“Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya. Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati”

Kata Mutiara Persahabatan

Sahabat bukan mereka yang menghampirimu ketika butuh, namun mereka yg tetap bersamamu ketika seluruh dunia menjauh.

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

“Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya”

Tak ada yang sempurna, sahabatpun pernah berbuat salah, tapi kamu selalu temukan sebuah alasan tuk maafkan mereka.

“Sahabat yang baik adalah orang yang sangat kita percayai dan membuat kita tenang bersamanya. Dia menjadi tempat berbagi kelelahan, berbagi kesedihan dan tidak pernah menjual rahasia diri kita”

Siapa yang ingin bersama kamu pada saat tiada satupun yang dapat kamu berikan??. Merekalah sahabat-sahabat kamu.

“Jangan hianati dia! karena dialah yang selalu ada sebagai penggantimu, karena dia sahabatmu!”

Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari pada seribu teman yang mementingkan diri sendiri.
Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita. Ingatlah kapan terakhir kali kamu berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kamu??. Siapa yang mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai.

“Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya”

“Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya”

“Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian”

“Tiada yang lebih indah daripada kasih seorang sahabat, sahabat menaruh kasih di setiap waktu selalu ada dalam setiap kesukaran”

Kata Mutiara Kehidupan
Jangan mengeluhkan hal-hal buruk yg datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yg membiarkannya dating.

Jangan takut untuk mengambil satu langkah besar bila memangg itu diperlukan, anda takkan bisa meloncati sebuah jurang, dengan dua lompatan kecil

Dalam hidup, kamu berhak bahagia. Oleh karena itu, jangan biarkan bahagiamu ditentukan orang lain. Bahagia harus ada dlm dirimu.

Jangan berpikir "percuma" ketika mau atau sedang melakukan sesuatu, ingatlah kemampuan tak akan berkembang tanpa berusaha

Belajar dan berusahalah selagi mampu, jika tidak hanya akan tersisa penyesalan yang tak akan memberikan apappun untukmu

Hidup ini penuh warna,kitalah yang harus berusaha mengisi tuk hidup penuh warna cerah.

berlarilah sekencang mungkin,realisasikan lah target yg telah dicanangkan untuk hidup yg lebih baik.

Hidup berakhir saat kamu berhenti bermimpi. Harapan hilang saat kamu berhenti percaya. Dan cinta gagal saat kamu berhenti peduli.

Usaha yang kamu lakukan tak akan sia-sia sampai kamu menyerah dan berhenti menjalaninya

Tuhan,berkatilah pekerjaanku,tinggikanlah kedudukanku,besarkanlah rezekiku,dan harumkanlah namaku.

Kita melupakan mimpi kita karena takut gagal dalam meraihnya atau bahkan yang terburuk kita takut karena akan berhasil meraihnya

Kamu mungkin belum sehebat harapanmu, namun kamu tidaklah selemah yang kamu pikirkan

Tak masalah jika melakukan kesalahan, namun jangan sampai hal itu menjadi alasan untuk terus melakukan kesalahan berulang ulang.

Setiap orang terlahir dengan kelebihan masing-masing, dan tugasmu adalah mencari kelebihanmu itu dan mengembangkannya.

Translate